Pengorbanan Keluarga Terbayar, Tumor Paru Sembuh Total (2)

Pengobatan Modern Cancer Hospital Guangzhou

Pengorbanan Keluarga Terbayar, Tumor Paru Sembuh Total (2)

- detikHealth
Rabu, 29 Feb 2012 09:44 WIB
Pengorbanan Keluarga Terbayar, Tumor Paru Sembuh Total (2)
Benny didampingi anaknya (dok: MCHG)
Jakarta - Saat harus berobat ke China, seorang pasien tumor paru-paru asal Jakarta harus didampingi oleh keluarga dan bahkan dokter pribadinya. Namun pengorbanan ini terbayar lunas, ketika tumor sebesar 4,3 cm tersebut dinyatakan sembuh total.

Seorang anak perempuan Benny (66 tahun) menuturkan sepenggal cerita saat mendampingi ayahnya dalam menjalani tumor paru-paru. Benny adalah seorang pasien tumor paru-paru, yang tidak juga sembuh setelah berobat ke beberapa dokter dan akhirnya harus dibawa ke Guangzhou, China.

Lebih dari sebulan lamanya di Guangzhou, anak perempuan Benny ini mengaku sampai harus meninggalkan keluarganya di Jakarta. Baginya, pengorbanan ini cukup besar karena di rumah ia memiliki suami dan anak-anak yang masih kecil dan butuh pengasuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau merupakan tonggak pilar keluarga kami. Pada saat kami mendengar kabar bahwa ditemukan tumor di paru-paru ayah, perasaan kami saat itu seperti merasakan tonggak pilar tidak akan menonggak kami lagi," katanya seperti dikutip dari rilis yang diterima detikHealth, Rabu (29/2/2012).

Dikisahkan dalam rilis tersebut, Benny masih punya tanggungan seorang anak laki-laki yang bungsu. Pada tahun 2010 saat Benny didiagnosis tumor paru-paru, anak bungsu tersebut masih kuliah dan butuh biaya besar untuk menyelesaikan perkuliahannya.

Tidak hanya ditemani oleh anak perempuannya, Benny juga didampingi seorang dokter pribadi. Untuk keperluan tersebut, sang dokter pribadi juga harus berpisah dari keluarga dan meninggalkan tugasnya sebagai kepala keluarga untuk sementara waktu.

Untungnya setelah menjalani 4 sesi pengobatan di Modern Cancer Hospital Guangzhou (MCHG), Benny mengalami kemajuan cukup pesat dan akhirnya tumornya dinyatakan sembuh dengan tuntas. Keempat sesi itu terdiri dari pembekuan (cryosurgery), penanaman biji radio partikel (iodium-125), local minimal invasive dan imunisasi biologi moderen.

"Pada waktu mengetahui hasil PET-CT (Positron emission tomography-computed tomography) scan menunjukkan bahwa perkembangan tumor berhasil dikontrol, tidak ada tanda-tanda kelainan lainnya maupun kekambuhan dan penyebaran, pada saat itu juga, saya dan dokter pribadi merasakan bahwa pengeluaran dan pengorbanan kami, memang sangat sepadan," kata sang anak.

Hal lain yang disyukuri keluarga adalah, Benny tidak mengalami efek samping pengobatan seperti yang terjadi saat menjalani kemoterapi biasa. Jika saat dikemoterapi rambut Benny rontok parah hingga nyaris botak, setelah menjalani terapi di MCHG rambutnya kini sudah lebat lagi.



(up/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads