Terapi laser untuk mempercantik kulit makin populer digandrungi oleh berbagai kalangan. Terapi laser seringkali digunakan untuk memperbaiki kerusakan kulit akibat penuaan ataupun karena pigmentasi. Ketika masih muda regenerasi kulit masih bagus, namun seiring bertambahnya usia proses regenerasi kulit semakin menurun.Sehingga ketika usia semakin tua dapat timbul beberapa keluhan utama dari sebagian besar orang, seperti kulit kering, keriput, kendur, gangguan pigmentasi, tumor kulit. Gangguan pigmentasi dapat muncul sebagai flek-flek hitam. Sedangkan tumor kulit dapat muncul sebagai kutil-kutil kecil.
Beberapa jenis perawatan laser untuk perawatan kulit, antara lain:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laser ablatif digunakan untuk melukai permukaan kulit dari epidermis hingga dermis, yang bertujuan untuk merangsang penyembuhan sel kulit baru.
2. Laser selektif fototermolisis dan non ablatif
Jenis terapi laser ini biasanya digunakan untuk menghilangkan gangguan pigmentasi dan tattoo.
3. Pulse dye laser
Jenis terapi laser ini biasanya digunakan untuk menangani kelainan vaskular, seperti telangiektasis. Telangiektasis merupakan suatu kondisi pembuluh darah membesar di dekat permukaan kulit atau selaput lendir, dengan diameter yang berukuran antara 0,5-1 mm.
4. Laser fractional
Jenis terapi laser ini biasanya diindikasikan untuk perbaikan kolagen dan elastin.
5. Infrared, radiofrekuensi, dan USG
Jenis terapi alser ini biasa digunakan untuk tujuan pengencangan kulit, yaitu dengan perbaikan kolagen dan elastin.
"Prosedur terapi laser juga meliputi tahap persiapan (pre care), tindakan, dan post care," kata dr. Ary Widhyasti Bandem, MKes, SpKK dalam seminar kesehatan yang bertajuk Pengencangan Kulit dan Terapi Laser untuk Masalah Kulit Menua di University Club Universitas Gadjah Mada (UGM) seperti ditulis Senin (5/3/2012).
Tahap persiapan terapi laser dapat meliputi:
1. Priming 2-4 minggu sebelum tindakan laser
2. Menghindari paparan sinar UV (berjemur, tanning dan lain-lain)
3. Penggunaan sunscreen
Tahap tindakan terapi laser dapat meliputi:
1. Informed concent (penandatangan surat pernyataan persetujuan tindakan oleh pasien)
2. Pembersihan daerah yang akan dilaser
3. Pengolesan anestasi topikal (optional)
4. Pembersihan anestesi topikal
5. Perlindungan (kaca mata khusus)
6. Laser treatment
7. Kompres dingin (masker)
8. Repair cream (sunscreen)
Tahap post terapi laser dapat meliputi:
1. Menghindari sinar UV
2. Pengguaan repair cream (sunscreen)
3. Jika terajdi luka, maka dilakukan perawatan luka, kompres, dan antibiotika.
Komplikasi terapi laser yang mungkin dapat terjadi, antara lain:
1. Hiper/hipopigmentasi
2. Terbentuk jaringan parut
3. Infeksi
"Ketika memilih untuk melakukan terapi laser untuk memperbaiki kerusakan kulit, maka sangat penting untuk berkonsultasi dan mendapatkan gambaran perawatan yang sejelas-jelasnya oleh dokter yang akan menangani. Memperbaiki kerusakan kulit akibat penuaan menggunakan terapi laser lebih tampak natural dibandingkan dengan bedah plastik yang biasanya hasilnya tampak drastis," tutur dr. Ary.
(del/ir)











































