Jumat, 09 Mar 2012 13:57 WIB

Anak-anak Indonesia Terancam Obesitas

- detikHealth
(foto: Thinkstock) (foto: Thinkstock)
Jakarta - Bukan cuma masalah kurang gizi yang mengancam pertumbuhan anak-anak Indonesia, ancaman kegemukan berlebih (obesitas) kini juga mengincar anak-anak Indonesia.

"Masalah ini awalnya diangap hanya terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi, namun pada kenyataannya, jumlah anak yang mengalami obesitas semakin meningkat juga di negara berpendapatan rendah, khususnya di perkotaan," kata Prof W. Philip T. James, M.D., Ph.D, profesor nutrisi di London School of Hygiene yang juga merupakan Ketua International Association for Study of Obesity dan anggota dewan penasihat nutrisi PBB (FAO dan WHO) dalam acara Nutritalk Sari Husada, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (9/3/2012).

Lembar fakta dari WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2010, sekitar 43 juta anak di bawah umur lima tahun mengalam kelebihan berat badan. Hampir 35 juta anak-anak tersebut tinggal di negara berkembang dan 8 juta lainnya di negara maju.

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki beban ganda karena di satu sisi, masalah gizi buruk pada anak-anak masih banyak terjadi. Namun jumlah anak yang mengalami obesitas juga makin meningkat.

Bayi usia 0 - 2 tahun memang normal apabila mengalami pertambahan berat badan. Sebab, setelah usia 2 tahun berat badan anak akan kembali normal dan kemudian meningkat lagi. Namun pada usia 9 tahun, risiko anak untuk menjadi gemuk akan meningkat apabila ibunya menjadi gemuk selama mengandung sang anak.

"Obesitas memang menjadi fokus permasalahan oleh WHO selama beberapa tahun terakhir. Penderita obesitas rentan mengalami berbagai masalah kesehatan seperti stroke dan diabetes. Pada penderita diabetes, risiko diabetes naik menjadi 12%. Dan ibu yang mengalami diabetes ketika hamil akan melahirkan anak yang cenderung mengalami obesitas," kata Prof James.

Prof James juga menambahkan bahwa kegemukan dapat memperlambat pubertas. Pada orang obesitas, badannya mengalami perkembangan, namun otaknya kurang berkembang. Obesitas dapat dipicu masalah genetik, tapi pengaruhnya hanya kecil. Yang paling mempengaruhi adalah pola makan yang tak sehat dan jarang berolahraga.

Obesitas di usia dini adalah hal yang mengkhawatirkan karena akan memicu timbulnya berbagai penyakit serius di masa depan.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 14 % balita dan 19,1 % anak berusia 15 tahun ke atas di Indonesia mengalami obesitas.

Yang mencengangkan adalah, pertambahan angka obesitas berlipat 2 kali lipat di seluruh dunia selama sepuluh tahun terakhir, baik di negara maju maupun negara bekembang.

Angka ini mengalami kenaikan drastis sejak tahun 1980 - 1985. Ditengarai, pertambahan ini tak lepas dari peran industri pangan yang banyak diserbu oleh makanan fast food yang banyak mengandung lemak.





(pah/ir)
News Feed