Dokter RI yang Jago 'Menyinkronkan' Jantung Baru 5 Orang

ADVERTISEMENT

Dokter RI yang Jago 'Menyinkronkan' Jantung Baru 5 Orang

- detikHealth
Senin, 09 Apr 2012 13:38 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Jantung sehat perlu dijaga dengan baik agar tidak mengalami gangguan. Sebab jika sampai terkena gangguan irama atau bahkan gagal jantung, di Indonesia baru ada 5 dokter yang bisa mengatasinya dengan Terapi Resinkronisasi Jantung (TRJ).

TRJ pada prinsipnya sama seperti pacu jantung biasa (pacing therapy). Bedanya jika pacu jantung biasa digunakan untuk gangguan irama jantung yang lambat atau terdapat blok hantaran listrik jantung, TRJ lebih ditujukan untuk menyelaraskan irama jantung pada bilik kiri dan kanan.

"Pada gagal jantung dengan gangguan listrik blok cabang kiri, irama jantung tidak sama. Padahal untuk memompa darah dengan efektif, kiri kanan harus sama," kata Dr Muhammad Yamin, SpJP(K), FACC, FSCAI usai dilatik sebagai Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (9/4/2012).

Untuk menyamakan irama, alat pacu jantung TRJ harus dipasang dengan alat khusus sehingga tidak boleh sembarangan. Dokter yang punya kompetensi untuk melakukannya harus memiliki subspesialisasi Elektrofisiologi dan Pacu Jantung, yang jumlahnya saat ini tidak lebih dari 5 orang.

"Yang aktif dan masih bisa melakukan pemasangan TRJ, saya kira di Indonesia tidak lebih dari 5 orang," kata Dr Yamin.

Menurut Dr Yamin, rendahnya minat dokter untuk menekuni bidang Elektrofisiologi antara lain dipicu oleh kurangnya dukungan peralatan. Pendidikannya butuh waktu lama, namun begitu akan diterapkan kadang-kadang alatnya tidak ada sehingga ilmunya terkesan tidak berguna.

Saat ini, alat yang dibutuhkan untuk memasang pacu jantung TRJ saat ini baru ada di 5 rumah sakit pemerintah antara lain di RS Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita dan RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Alat pemasangan TRJ juga ada di sekitar 4 rumah sakit swasta, seluruhnya ada di Jakarta.

Selain itu, Dr Yamin menilai minat para dokter untuk menekuni bidang Elektrofisiologi dan Pacu Jantung juga bisa ditingkatkan dengan cara memberikan reward atau penghargaan yang sesuai. Karena tingkat kesulitan pasien gagal jantung umumnya lebih kompleks, mestinya reward yang diberikan juga tidak sama dengan dokter yang menangani pasien biasa.

"Tapi saya pikir, reward itu nomor sekian lah. Saya kira asal alatnya dulu tersedia, pasti akan lebih banyak banyak yang berminat," tandas Dr Yamin.


(up/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT