Program KB sudah berjalan sekian lama, tetapi kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pengendalian penduduk bisa dibilang masih cukup rendah.
Setiap tahun, jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 4 juta jiwa. Selama rentang tahun 2000 - 2010, kenaikan jumlah penduduk Indonesia sebesar 1,49% per tahun. Angka ini mengalami kenaikan dibanding periode tahun 1999-2000 yang masih sebesar 1,45%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara sekian banyak warga yang tidak ber-KB, 9% di antaranya memiliki keinginan untuk ber-KB, tetapi urung karena berbagai pertimbangan. Kebanyakan kasus, keengganan disebabkan karena takut akan efek sampingnya, prosedurnya hingga takut kepada bidan yang menangani.
Menurut dr Sugiri, jumlah 9% ini saat ini sedang menjadi fokus garapan BKKBN. Selain mengatasi ketakutan masyarakat untuk ber-KB, BKKBN juga gencar mempromosikan kontrasepsi untuk pria.
"Di antara seluruh peserta KB, hanya 1,5 persen di antaranya yang menggunakan alat kontrasepsi pria. 0,8% di antaranya menggunakan kondom dan 0,7% menjalani vasektomi," kata dr Sugiri.
Rendahnya jumlah pria yang sadar KB ini akan mendapat perhatian khusus dari BKKBN. Targetnya, jumlah peserta pria yang mau ber-KB akan dinaikkan dua kali lipat tahun depan.











































