American Society of Plastic Surgeons (ASPS) mencatat, peminat operasi pembesaran dagu makin meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan pembesaran payudara. Peningkatan yang begitu tinggi terutama sekali tampak pada kelompok usia 40 tahun ke atas.
"Dagu dan rahang merupakan salah satu area yang paling terdapak oleh proses penuaan. Orang banyak berpikir bahwa operasi dagu lebih menyamarkan usia sebenarnya," kata Malcolm Roth, presiden ASPS seperti dikutip dari Heraldsun, Senin (16/4/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan operasi pembesaran dan pembentukan dagu meningkat jauh lebih tajam dibanding jenis operasi plastik lain misalnya pembentukan bibir yang hanya naik 49 persen. Pembentukan pipi hanya naik 47 persen, bahkan facelift atau permak wajah hanya meningkat 5 persen.
Perbandingannya makin jauh jika disandingkan dengan permintaan operasi pembesaran payudara, yang memang mulai ditinggalkan belakangan ini. Pada tahun 2011, permintaan untuk memperbesar payudara hanya ada 307.000 atau naik hanya 4 persen dari tahun sebelumnya.
Ahli bedah plastik asal New York, Darrick Antell mengatakan bahwa dagu yang bagu tidak hanya menyamarkan usia tetapi juga memberikan kesan berwibawa. Sebagian orang terutama di Amerika Serikat menganggap, para eksekutif muda yang sukses menjadi bos di perusahaannya biasanya punya dagu yang bagus.











































