Para peneliti di Ohio State University memeriksa apa yang terjadi pada orang yang sedang membaca cerita fiksi. Hasilnya orang akan merasakan emosi, pikiran, keyakinan dan tanggapan internal dari salah satu karakter seolah-olah terjadi pada dirinya sendiri.
Peneliti juga menemukan bahwa, dalam situasi tertentu, tenggelamnya pikiran Anda ke dalam karakter fiksi dapat mengubah perilaku Anda di kehidupan nyata meskipun sifatnya mungkin sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam eksperimen lain, orang yang terbawa ke dalam karakter fiksi dapat mempengaruhi orientasi seksual, perilaku psikologi dan mungkin kurang stereotip.
"Hal tersebut dapat mengubah Anda tanpa Anda sadari dengan menggabungkan hidup sendiri dengan orang-orang dari karakter yang Anda baca," kata Geoff Kaufman, pemimpin penelitian di Ohio State University seperti dilansir dari medindia, Kamis (10/5/2012).
Pengaruh karakter fiksi tersebut tidak terjadi sepanjang waktu. Ini hanya terjadi ketika orang dalam keadaan ingin melupakan identitas dirinya sendiri ketika sedang membaca novel fiksi.
Dalam satu percobaan, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak terbawa ke dalam karakter fiksi jika membaca komik di sebuah bilik dengan cermin.
"Semakin banyak Anda mengingatkan diri Anda akan identitas pribadi, semakin kecil kemungkinan Anda tenggelam ke dalam identitas karakter fiksi tersebut," kata Kaufman.










































