Para peneliti dari Mayo Clinic menemukan bahwa kasus infeksi akibat bakteri C. Diff pada anak yang terjadi tahun 2004-2009 adalah 12 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kasus antara 1991-1997.
"Telah diyakini bahwa penderita infeksi akibat bakteri C. difficile adalah pasien yang lebih tua, peminum antibiotik, dan orang yang bekerja di rumah sakit. "kata Sahil Khanna, MBBS, peneliti dari Mayo Clinic Division of Gastroenterology and Hepatology, seperti dilansir dari huffingtonpost, Kamis (24/5/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejala infeksi C. diff termasuk diare dan kram perut, namun jika infeksi semakin parah, gejala juga dapat mencakup dehidrasi, demam, tinja berdarah dan penurunan berat badan.
Penelitian mengenai hal ini dipresentasikan pada Digestive Disease Week 2012.
Untuk menghindari infeksi bakteri C. diff, American Academy of Family Physicians merekomendasikan untuk melakukan langkah sebagai berikut:
1. Mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur
2. Desinfeksi ketika Anda melakukan kontak dengan penderita infeksi C. diff
3. Cuci pakaian yang mungkin telah bersentuhan dengan tinja
4. Hindari penggunaan antibiotik kecuali direkomendasikan oleh dokter
5. Gunakan sarung tangan sekali pakai sekitar orang yang terinfeksi dengan C. diff.
(ir/ir)











































