Survei yang dilakukan International Food Information Council Foundation di Amerika Serikat ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan sehat masyarakat. Survei ini dilakukan terhadap 1.057 orang berusia 18 hingga 80 tahun dan dilakukan pada bulan April lalu. Hasilnya, sebanyak 23% peserta mengaku memiliki pola makan yang sangat tidak sehat.
87% responden mengaku bahwa rasa makanan adalah pertimbangan utama dalam memilih makanan dan minuman. Sebanyak 73 % responden memilih harga sebagai pertimbangan, manfaat kesehatan sebanyak 61% dan kenyamanan sebesar 53%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin ini sebabnya beberapa orang, terutama yang mengalami kelebihan berat badan, sulit menemukan informasi pedoman gizi yang baik. Jelas sekali, ada banyak orang yang tidak mengetahui informasi ini," kata Marianne Smith Edge, wakil presiden International Food Information Council Foundation seperti dilansir Los Angeles Times, Senin (28/5/2012).
Di antara seluruh responden yang disurvei, hanya seperempat di antaranya yang mengaku menerapkan pola makan yang sehat atau sangat sehat. Namun 9 dari 10 orang yang disurvei mengatakan bahwa kondisi kesehatannya dalam kondisi baik atau sangat baik.
Menurut Edge, salah satu hambatan dalam penyampaian informasi ini disebabkan tidak semua perusahaan mencantumkan label kandungan nutrisi pada kemasan seperti yang telah dianjurkan pemerintah. Padahal, hampir setengah responden mengatakan bahwa label kandungan nutrisi tersebut penting.
Survei ini juga menemukan bahwa lebih dari separuh responden mengaku mencoba menurunkan berat badan sejak tahun lalu, namun hasilnya tetap sama. Sebanyak 23% penderita obesitas dan 44% orang dengan kelebihan berat badan mengaku tidak berkeinginan menurunkan berat badannya.
Tiga perempat dari seluruh responden mengaku mencoba memperbaiki pola makannya dengan cara makan dalam porsi kecil, memakan gandum utuh dan mengurangi asupan lemak, gula atau garam.
67% responden mengaku mencoba memakan lemak sesedikit mungkin dan 75% mengatakan mengkonsumsi produk rendah lemak sesekali waktu. 51% responden mengaku mencoba membatasi atau menghindari gula.










































