1. Keju yang telah lama disimpan
(Foto: ThinkStock)
|
Keju adalah produk susu yang memiliki kandungan protein tinggi. Tetapi jika keju terlalu lama disimpan, proteinnya akan terurai menjadi tyramine, yaitu senyawa alami yang dapat memicu sakit kepala.
2. Minuman beralkohol
(Foto: ThinkStock)
|
Semua orang tahu bahwa alkohol dapat menyebabkan kepala pusing dan mabuk. Alkohol adalah pengencer darah dan akan meningkatkan aliran darah ke otak, yang menyebabkan kepala Anda terasa berat dan nyeri. Minuman beralkohol juga bersifat diuretik yang akan membuat Anda dehidrasi dan akan memicu sakit kepala parah.
3. Pewarna makanan sintetis
(Foto: ThinkStock)
|
Reaksi alergi terhadap pewarna makanan sintetis dapat memicu sakit kepala dan migrain yang lebih parah. Pewarna makanan yang sering menimbulkan alergi dan sakit kepala adalah jenis sunset yellow (E110), tartrazine (E102) dan kuinolon yellow (E104).
4. Coklat
(Foto: ThinkStock)
|
Sakit kepala setelah memakan coklat merupakan reaksi alergi terhadap coklat, yang secara khusus menyebabkan sakit kepala sinus. Kandungan lain dari coklat, phenylethylamine juga dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah ke otak yang juga dapat memicu sakit kepala.
5. Kopi
(Foto: ThinkStock)
|
Kopi dapat bekerja dua arah, yaitu bertindak sebagai penyebab dan obat sakit kepala. Kafein dalam kopi bertindak sebagai diuretik yang mengeluarkan nutrisi penting dari tubuh, seperti magnesium, yang dapat membuat saraf relaks dan akan mencegah sakit kepala.
Tetapi pengeluaran kafein dari dalam tubuh juga dapat memicu sakit kepala parah. Kopi adalah minuman yang sangat adiktif dan Anda tidak dianjurkan untuk berlebihan mengonsumsinya sehari-hari.
6. Monosodium glutamat (MSG)
(Foto: ThinkStock)
|
MSG paling sering ditemukan dalam makanan yang digunakan sebagai penambah cita rasa makanan. Tetapi MSG dapat menyebabkan aliran darah ke otak mengalir lebih deras dari biasanya yang dapat mengakibatkan sakit kepala parah.
7. Nikotin
(Foto: ThinkStock)
|
Nikotin dalam rokok dapat mempengaruhi aktivitas pembuluh darah di otak dan saraf di bagian belakang tenggorokan yang dapat menyebabkan nyeri di kepala. Dalam sebuah penelitian terhadap konsumen rokok, orang yang mengurangi konsumsi terhadap rokok hingga setengahnya, mengalami penurunan sakit kepala hingga sebesar 50 persen.
Keju adalah produk susu yang memiliki kandungan protein tinggi. Tetapi jika keju terlalu lama disimpan, proteinnya akan terurai menjadi tyramine, yaitu senyawa alami yang dapat memicu sakit kepala.
Semua orang tahu bahwa alkohol dapat menyebabkan kepala pusing dan mabuk. Alkohol adalah pengencer darah dan akan meningkatkan aliran darah ke otak, yang menyebabkan kepala Anda terasa berat dan nyeri. Minuman beralkohol juga bersifat diuretik yang akan membuat Anda dehidrasi dan akan memicu sakit kepala parah.
Reaksi alergi terhadap pewarna makanan sintetis dapat memicu sakit kepala dan migrain yang lebih parah. Pewarna makanan yang sering menimbulkan alergi dan sakit kepala adalah jenis sunset yellow (E110), tartrazine (E102) dan kuinolon yellow (E104).
Sakit kepala setelah memakan coklat merupakan reaksi alergi terhadap coklat, yang secara khusus menyebabkan sakit kepala sinus. Kandungan lain dari coklat, phenylethylamine juga dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah ke otak yang juga dapat memicu sakit kepala.
Kopi dapat bekerja dua arah, yaitu bertindak sebagai penyebab dan obat sakit kepala. Kafein dalam kopi bertindak sebagai diuretik yang mengeluarkan nutrisi penting dari tubuh, seperti magnesium, yang dapat membuat saraf relaks dan akan mencegah sakit kepala.
Tetapi pengeluaran kafein dari dalam tubuh juga dapat memicu sakit kepala parah. Kopi adalah minuman yang sangat adiktif dan Anda tidak dianjurkan untuk berlebihan mengonsumsinya sehari-hari.
MSG paling sering ditemukan dalam makanan yang digunakan sebagai penambah cita rasa makanan. Tetapi MSG dapat menyebabkan aliran darah ke otak mengalir lebih deras dari biasanya yang dapat mengakibatkan sakit kepala parah.
Nikotin dalam rokok dapat mempengaruhi aktivitas pembuluh darah di otak dan saraf di bagian belakang tenggorokan yang dapat menyebabkan nyeri di kepala. Dalam sebuah penelitian terhadap konsumen rokok, orang yang mengurangi konsumsi terhadap rokok hingga setengahnya, mengalami penurunan sakit kepala hingga sebesar 50 persen.
(ir/ir)