Orang yang Aktif Berhubungan Seks Lebih Kebal Parasit

Orang yang Aktif Berhubungan Seks Lebih Kebal Parasit

Linda Mayasari - detikHealth
Selasa, 29 Mei 2012 18:31 WIB
Orang yang Aktif Berhubungan Seks Lebih Kebal Parasit
(Foto: ThinkStock)
Jakarta - Seks diketahui memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan. Ternyata seks juga memiliki manfaat melawan serangan bakteri dan parasit yang membahayakan kesehatan manusia.

Para peneliti di University of Indiana mengklaim telah menemukan hubungan penting antara seks dengan kelangsungan hidup.

Menurut penelitian, orang yang aktif bereproduksi melalui hubungan seksual jauh lebih tahan terhadap serangan parasit dan memiliki kesempatan lebih tinggi untuk bertahan hidup, seperti dilansir dari onlymyhealth, Selasa (29/5/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti melakukan percobaan dengan mengamati respon dua pasang cacing terhadap bakteri berbahaya. Dari dua pasang cacing tersebut, sepasang bereproduksi dengan hubungan seksual dan pasangan lainnya, secara aseksual.

Berdasarkan percobaan tersebut, cacing yang melakukan hubungan seksual dalam bereproduksi bernasib lebih baik dibandingkan cacing yang bereproduksi secara aseksual.

Penelitian ini menjawab pertanyaan mengapa hewan lebih memilih reproduksi secara seksual daripada mengkloning diri untuk menghasilkan keturunan.

Reproduksi seksual mengarah pada percampuran dua genom yang mengarah pada kode genetik baru pada keturunannya. Hal tersebut akan menghasilkan keturunan yang kuat dan dapat menghadapi serangan bakteri.

Penelitian ini sekaligus menyatakan bahwa pembuahan sendiri atau kloning membuahkan spesies yang lemah dan rentan terhadap serangan bakteri. Di sisi lain fertilisasi silang membuat spesies kuat dan juga memungkinkan untuk melawan bakteri dan parasit.

Hal ini penting karena bakteri dan parasit akan terus berkembang seiring perkembangan spesies tempatnya hidup.

Pada manusia juga dapat berlaku demikian, hubungan seksual yang sehat dapat membantu Anda melawan bakteri dan parasit yang berbahaya bagi kesehatan.




(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads