Studi yang didanai sebuah perusahaan pembuat produk kebersihan ini mengidentifikasi bahwa ada sedikitnya 500 spesies bakteri di kantor dan meja kerja pegawai pria cenderung lebih banyak kumannya daripada pegawai wanita.
Namun jangan keburu memakai hand sanitizer karena sebenarnya bakteri-bakteri yang ada di meja kerja Anda bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, kata peneliti. Terlepas dari itu, ada banyak bakteri yang tidak berbahaya, bahkan membantu memelihara kesehatan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bakteri-bakteri ini telah "bersama dengan kita sepanjang waktu dan takkan membuat kita jatuh sakit," tambahnya seperti dilansir dari MSNBC, Jumat (1/6/2012).
Sebaliknya, para peneliti berharap dengan mendokumentasikan berbagai bakteri di perkantoran dengan para pegawai yang umumnya dalam kondisi sehat maka ilmuwan bisa melihat bakteri 'menyimpang' dan bisa menyebabkan masalah kesehatan, kata Kelley. Bakteri semacam itu akan muncul ketika ada perubahan di kantor seperti ventilasi udara, ujarnya.
Menurut Kelley, satu hal yang mendasari pencarian itu adalah 90 persen hidup manusia dihabiskan di dalam ruangan (indoor) namun secara mengejutkan sedikit yang kita ketahui tentang keberagaman bakteri dalam lingkungan seperti perkantoran, termasuk jumlah dan asal bakteri-bakteri tersebut.
Kelley dan koleganya mengambil sampel dari 90 perkantoran di New York City, San Fransisco dan Tucson, Arizona. Peneliti menyeka kursi, telepon, meja, tetikus dan keyboard komputer lalu DNA bakterinya dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah bakteri yang ada.
Hasilnya sebagian besar bakteri yang ditemukan berasal dari kulit manusia, rongga hidung, mulut atau usus, kata peneliti. Bakteri dari tanah juga banyak ditemukan disana, tambah Kelley. Selain itu, bakteri-bakterinya lebih banyak ditemukan di kursi kantor dan telepon daripada di keyboard dan tetikus komputer, kata para peneliti.
Jika dilihat dari si pemilik meja, maka rata-rata pegawai pria menyimpan bakteri sekitar 10-20 persen lebih banyak di mejanya dibandingkan dengan pegawai wanita. Hal ini mungkin karena pria cenderung kurang higienis.
"Pria dikenal tak mencuci tangan dan menggosok giginya sesering wanita dan biasanya dianggap memiliki sifat yang lebih jorok," ungkap peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE ini.
Lagipula tubuh pria biasanya lebih besar daripada wanita sehingga memiliki permukaan yang lebih besar bagi bakteri untuk tinggal dan berkembang biak, kata peneliti.
Perkantoran di New York City juga diklaim paling banyak kumannya sedangkan para pegawai di San Francisco merupakan yang terbersih diantara seluruh pegawai kantoran di ketiga kota yang diteliti. Namun apa yang mungkin menyebabkan perbedaan ini masih belum diketahui, kata Kelley.
Sementara itu, jenis bakteri yang ditemukan di New York dan San Francisco tampak berbeda dari yang ditemukan di Tucson. Kemungkinan karena kota-kota di daerah selatan (Tucson) memiliki iklim yang berbeda sehingga sampel dari Tucson cenderung memiliki jumlah bakteri dari kelompok Bacteroidetes dan Cyanobacteria yang lebih sedikit dibandingkan dengan dua kota lainnya.











































