Studi: Alergi Meningkatkan Risiko Kanker Darah

Studi: Alergi Meningkatkan Risiko Kanker Darah

- detikHealth
Senin, 04 Jun 2012 10:35 WIB
Studi: Alergi Meningkatkan Risiko Kanker Darah
(Foto: thinkstock)
Texas - Alergi sepertinya merupakan kondisi yang umum dan banyak diderita orang di seluruh dunia, terutama di negara-negara maju. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa alergi bisa meningkatkan risiko kanker.

Secara khusus, studi baru yang dilakukan peneliti University of Washington Fred Hutchinson Cancer Research Center ini menemukan bahwa pasien dengan alergi mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan kanker darah dibandingkan dengan orang yang tidak menderita alergi.

Studi ini melibatkan lebih dari 64.000 pasien yang ditanya tentang gejala alergi dan asma. Para pasien kemudian dievaluasi selama 7 tahun untuk melihat apakah telah didiagnosa dengan kanker darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasien yang memiliki alergi terutama alergi tanaman, rumput dan pohon, memiliki sedikit insiden peningkatan kanker darah. Tapi pasien asma tidak memiliki peningkatan risiko kanker darah.

"Studi menunjukkan mungkin ada peningkatan insiden kanker tertentu jika Anda memiliki jenis kondisi (alergi)," jelas Dr. Edward Kim, associate professor Departemen Onkologi Medis di MD Anderson Cancer Center, University of Texas, seperti dilansir ABC News, Senin (4/6/2012).

Para peneliti menduga bahwa mungkin peradangan yang sama yang menyebabkan gejala alergi dapat menyebabkan sistem kekebalan terlalu aktif. Dan aktivitas yang berlebihan ini pada gilirannya dapat menyebabkan kanker darah.

Namun peneliti mengatakan orang yang menderita alergi tidak perlu khawatir. Peningkatan risiko sangat kecil sehingga tidak ada pedoman skrining baru yang saat ini direncanakan.

"Tidak perlu ada perubahan. Saya berharap hasil studi ini akan membantu para peneliti untuk mengungkapkan mekanisme kanker darah dengan mempelajari pasien dengan alergi. Tapi saya tidak berpikir ada indikasi untuk perubahan dalam hal perawatan dan tindak lanjut medis pada saat ini," ujar penulis utama studi, Dr Mazyar Shadman dari Fred Hutchinson Cancer Center di University of Washington.

Jadi apa artinya ini bagi pasien dengan alergi?

"Artinya seseorang (pasien alergi) dapat menjadi lebih waspada dengan berkonsultasi pada dokter mereka dan melakukan pemeriksaan fisik tahunan," kata Dr Kim.




(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads