Ini yang Bikin Adrenalin Naik

Ini yang Bikin Adrenalin Naik

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 07 Jun 2012 15:02 WIB
Ini yang Bikin Adrenalin Naik
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Adrenalin adalah hormon meningkatkan detak jantung, yang biasanya dikeluarkan saat tubuh stres. Banyak orang yang menikmati lonjakan energi yang terjadi karena aliran adrenalin dan sengaja mencari kegiatan yang merangsang respons stres.

Adrenalin terjadi ketika tubuh akan melepaskan sejumlah besar hormon epinefrin. Fungsi utamanya meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan otot. Ketika adrenalin terjadi, peningkatan produksi epinefrin menyebabkan detak jantung cepat dan rasa kegembiraan. Namun terlalu sering memacu epinefrin dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Berikut beberapa kegiatan yang dapat memicu adrenalin, seperti dilansir Livestrong, Kamis (7/6/2012):

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Aktivitas di ketinggian

(Foto: thinkstock)
Rock Climbing (panjat tebing), bukit atau naik gunung adalah salah satu aktivitas yang dapat memicu adrenalin. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam 'Medicine and Science in Sports and Exercise', aktivitas di ketinggin dapat meningkatkan produksi epinefrin tanpa mempromosikan terlalu banyak tekanan pada kelenjar adrenal.

2. Permainan ekstrem

(Foto: thinkstock)
Arung jeram, sky diving, parasailing, balap mobil dan motor, naik wahana ekstrem di taman hiburan seperti roller coaster, atau melakukan permainan ekstrem lainnya tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menciptakan perasaan bahaya untuk meningkatkan produksi epinefrin dengan memanfaatkan mekanisme pertahanan alami.

3. Olahraga kompetisi

(Foto: thinkstock)
Olahraga seperti softball, baseball atau sepakbola adalah cara ideal untuk mendapatkan latihan sambil merangsang adrenalin. Beberapa faktor seperti penonton dan kompertisi, memainkan peranan penting dalam produksi epinefrin selama kegiatan olahraga.

4. Jatuh cinta dan seks

(Foto: thinkstock)
Jatuh cinta dan aktivitas seksual juga dapat meningkatkan adrenalin, yang merupakan penyebab jantung berdetak lebih cepat dan menimbulkan perasaan deg-degan.

Menurut 'Your Amazing Brain', jatuh cinta dan seks juga dapat melepaskan hormon stres kortisol yang juga merupakan faktor untuk memicu adrenalin.

5. Olahraga intensitas tinggi

(Foto: thinkstock)
Olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi juga dapat memicu kelenjar adrenal. Olahraga membuat tubuh mengalami stres pada jumlah yang sedang, menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan epinefrin pada tingkat yang lebih tinggi.

Tapi meskipun aktivitas ini dapat meningkatkan produksi adrenalin, jangan lakukan secara sendirian karena terlalu banyak tekanan pada kelenjar adrenal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.
Halaman 2 dari 6
Rock Climbing (panjat tebing), bukit atau naik gunung adalah salah satu aktivitas yang dapat memicu adrenalin. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam 'Medicine and Science in Sports and Exercise', aktivitas di ketinggin dapat meningkatkan produksi epinefrin tanpa mempromosikan terlalu banyak tekanan pada kelenjar adrenal.

Arung jeram, sky diving, parasailing, balap mobil dan motor, naik wahana ekstrem di taman hiburan seperti roller coaster, atau melakukan permainan ekstrem lainnya tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menciptakan perasaan bahaya untuk meningkatkan produksi epinefrin dengan memanfaatkan mekanisme pertahanan alami.

Olahraga seperti softball, baseball atau sepakbola adalah cara ideal untuk mendapatkan latihan sambil merangsang adrenalin. Beberapa faktor seperti penonton dan kompertisi, memainkan peranan penting dalam produksi epinefrin selama kegiatan olahraga.

Jatuh cinta dan aktivitas seksual juga dapat meningkatkan adrenalin, yang merupakan penyebab jantung berdetak lebih cepat dan menimbulkan perasaan deg-degan.

Menurut 'Your Amazing Brain', jatuh cinta dan seks juga dapat melepaskan hormon stres kortisol yang juga merupakan faktor untuk memicu adrenalin.

Olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi juga dapat memicu kelenjar adrenal. Olahraga membuat tubuh mengalami stres pada jumlah yang sedang, menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan epinefrin pada tingkat yang lebih tinggi.

Tapi meskipun aktivitas ini dapat meningkatkan produksi adrenalin, jangan lakukan secara sendirian karena terlalu banyak tekanan pada kelenjar adrenal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads