Yang Bikin Pasangan Gagal Penetrasi

Yang Bikin Pasangan Gagal Penetrasi

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 07 Jun 2012 19:30 WIB
Yang Bikin Pasangan Gagal Penetrasi
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta - Hubungan intim adalah suatu proses yang diawali dengan foreplay (pemanasan) yang kemudian diakhiri dengan penetrasi dan orgasme. Namun dalam kondisi tertentu, pasangan bisa saja kesulitan mengalami penetrasi.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan pasangan gagal melakukan penetrasi (masuknya Mr P), seperti dirangkum detikHealth, Kamis (7/6/2012):

1. Miss V terasa sakit

1. Miss V terasa sakit
Hal ini biasanya sering terjadi pada hubungan seks pertama kali. "Hubungan intim pertama kali, karena belum berpengalaman, sering dilakukan dengan tergesa-gesa, tanpa foreplay yang cukup," jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari FK Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi detikHealth.

Akibatnya, lanjut Dr Andri, ketika penetrasi penis akan terasa nyeri pada vagina karena lubrikasi (pelendiran) vagina belum cukup. Hal ini menimbulkan iritasi pada dinding vagina, bisa pula pada selaput dara (Hymen) yang menyebabkan bercak darah.

2. Tidak bisa ereksi

2. Tidak bisa ereksi
Untuk dapat ereksi (tegangnya kelamin) dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut.

Tapi ada banyak faktor yang menyebabkan pria tak bisa ereksi, seperti stres dan depresi, alkohol, obat-obatan, marah, kegelisahan dan kecemasan, kegemukan, citra diri negatif, libido rendah atau kondisi kesehatan tertentu.

3. Trauma seksual

3. Trauma seksual
Trauma seksual juga bisa jadi alasan psikis yang menyebabkan gagalnya penetrasi. Sebagai contoh, wanita yang terlalu takut kesakitan saat malam pertama karena banyak mempercayai mitos atau pernah mengalami pelecehan seksual. Pada pria, trauma atau pelecehan seksual juga bisa menyebabkan depresi yang mengakibatkan gagal ereksi.

4. Kegelian

4. Kegelian
Saraf yang hipersensitif bisa membuat tubuh sangat kegelian saat berhubungan seks. Hal ini bisa terjadi pada salah satu atau malah kedua pasangan, yang mengakibatkan gagalnya penetrasi.

"Zona erotik, namanya saja erotik, harus bisa membangkitkan gairah atau birahi seksual bukan rasa geli. Tiap individu berbeda-beda letak zona erotiknya. Maka pasangan harus sabar mencari zona-zona erotik yang bisa membangkitkan birahi, yang akan memicu lubrikasi (pelendiran) vagina," jelas Dr Andri.

5. Faktor eksternal

5. Faktor eksternal
Selain kondisi fisik, ada pula kondisi eksternal yang bikin mood atau gairah seksual pasangan tiba-tiba menurun atau malah hilang sama sekali, yang pada gilirannya menyebabkan gagal penetrasi.

Contohnya bayi atau anak yang tiba-tiba menangis, pasangan kebelet buang air, bau badan dan faktor-faktor lain yang bisa menurunkan gairah seksual.
Halaman 2 dari 6
Hal ini biasanya sering terjadi pada hubungan seks pertama kali. "Hubungan intim pertama kali, karena belum berpengalaman, sering dilakukan dengan tergesa-gesa, tanpa foreplay yang cukup," jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari FK Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi detikHealth.

Akibatnya, lanjut Dr Andri, ketika penetrasi penis akan terasa nyeri pada vagina karena lubrikasi (pelendiran) vagina belum cukup. Hal ini menimbulkan iritasi pada dinding vagina, bisa pula pada selaput dara (Hymen) yang menyebabkan bercak darah.

Untuk dapat ereksi (tegangnya kelamin) dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut.

Tapi ada banyak faktor yang menyebabkan pria tak bisa ereksi, seperti stres dan depresi, alkohol, obat-obatan, marah, kegelisahan dan kecemasan, kegemukan, citra diri negatif, libido rendah atau kondisi kesehatan tertentu.

Trauma seksual juga bisa jadi alasan psikis yang menyebabkan gagalnya penetrasi. Sebagai contoh, wanita yang terlalu takut kesakitan saat malam pertama karena banyak mempercayai mitos atau pernah mengalami pelecehan seksual. Pada pria, trauma atau pelecehan seksual juga bisa menyebabkan depresi yang mengakibatkan gagal ereksi.

Saraf yang hipersensitif bisa membuat tubuh sangat kegelian saat berhubungan seks. Hal ini bisa terjadi pada salah satu atau malah kedua pasangan, yang mengakibatkan gagalnya penetrasi.

"Zona erotik, namanya saja erotik, harus bisa membangkitkan gairah atau birahi seksual bukan rasa geli. Tiap individu berbeda-beda letak zona erotiknya. Maka pasangan harus sabar mencari zona-zona erotik yang bisa membangkitkan birahi, yang akan memicu lubrikasi (pelendiran) vagina," jelas Dr Andri.

Selain kondisi fisik, ada pula kondisi eksternal yang bikin mood atau gairah seksual pasangan tiba-tiba menurun atau malah hilang sama sekali, yang pada gilirannya menyebabkan gagal penetrasi.

Contohnya bayi atau anak yang tiba-tiba menangis, pasangan kebelet buang air, bau badan dan faktor-faktor lain yang bisa menurunkan gairah seksual.

(mer/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads