Orang Indonesia Suka 'Sok Tahu' Soal Keluhan Ini

Orang Indonesia Suka 'Sok Tahu' Soal Keluhan Ini

- detikHealth
Senin, 11 Jun 2012 14:09 WIB
Orang Indonesia Suka Sok Tahu Soal Keluhan Ini
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Pegal-pegal dikira masuk angin, ternyata sakit jantung

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berbagai keluhan tidak enak badan dengan mudahnya sering disebut masuk angin, lalu diterapi dengan kerokan. Celakanya, beberapa keluhan pada masuk angin bisa juga menunjukkan gejala awal sakit jantung terutama pegal-pegal serta nyeri dada.

"Banyak yang meninggal setelah dikerok, itu karena sebenarnya sakit jantung. Ketika muncul gejala, seharusnya buru-buru dibawa ke rumah sakit dan bukan cuma dikerok," ungkap Prof Dr Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari Pusat Jantung Nasional.

2. Nyeri punggung dikira encok, ternyata kanker paru

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
"Gejala kanker paru bisa berupa nyeri punggung kalau lokasi kankernya di bagian tepi jaringan paru," kata Prof Dr Wiwien H Wiyono, SpP(K), FCCP, ahli paru dari RS St Carolus, Jakarta.

Karena sering dikira encok, gejala kanker paru seringkali tidak terdeteksi hingga terlanjur parah. Padahal ketika muncul gejala tersebut, sebenarnya kanker sudah berada pada tahap lanjut karena biasanya di tahap awal tidak ada gejala sama sekali.

3. Pusing dikira vertigo, ternyata gejala stroke

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Kepala pusing seperti berputar-putar biasanya memang dipicu oleh gangguan saraf yang disebut vertigo. Padahal bukan itu saja, kadang vertigo itu sendiri bisa menandakan gejala awal penyakit mematikan yakni stroke.

"Sepuluh persen pasien stroke mengalami gejala awal pusing vertigo," kata dr M Kurniawan, SpS, staf pengajar neurologi di Fakultas Keokteran universitas Indonesia.

4. Sakit kepala dikira migrain, ternyata tumor otak

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Penyanyi era 1980-an, Rita Dinah Kandi pernah mengidap tumor otak. Tumor yang akhirnya dikeluarkan lewat bedah otak itu awalnya tidak terdeteksi, bahkan karena gejalanya cuma sakit kepala maka dokter mengiranya sebagai migrain yang memang sering menyerang perempuan saat datang bulan.

"Awalnya hanya migrain dan cepat lelah. Saya kira hanya masuk angin biasa, karena begitu minum pain killer (obat pereda nyeri) dan istirahat sehari dua hari, langsung sembuh," jelas Rita Dinah Kandi.

5. Sakit perut dikira maag, ternyata kanker usus

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Perut melilit seperti gejala maag yang tidak sembuh sampai berbulan-bulan sebaiknya langsung diperiksakan. Beberapa kasus kanker usus yang mematikan sering diawali dengan gejala seperti ini, sehingga sering diabaikan hingga tiba-tiba sudah memasuki tahap lanjut.

"Awalnya saya kira sakit maag, karena kalau malam terasa perih. Tapi setelah diberikan obat maag tidak juga sembuh," ujar Abdullah Al Juffry, seorang survivor kanker usus.
Halaman 2 dari 6
Berbagai keluhan tidak enak badan dengan mudahnya sering disebut masuk angin, lalu diterapi dengan kerokan. Celakanya, beberapa keluhan pada masuk angin bisa juga menunjukkan gejala awal sakit jantung terutama pegal-pegal serta nyeri dada.

"Banyak yang meninggal setelah dikerok, itu karena sebenarnya sakit jantung. Ketika muncul gejala, seharusnya buru-buru dibawa ke rumah sakit dan bukan cuma dikerok," ungkap Prof Dr Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari Pusat Jantung Nasional.

"Gejala kanker paru bisa berupa nyeri punggung kalau lokasi kankernya di bagian tepi jaringan paru," kata Prof Dr Wiwien H Wiyono, SpP(K), FCCP, ahli paru dari RS St Carolus, Jakarta.

Karena sering dikira encok, gejala kanker paru seringkali tidak terdeteksi hingga terlanjur parah. Padahal ketika muncul gejala tersebut, sebenarnya kanker sudah berada pada tahap lanjut karena biasanya di tahap awal tidak ada gejala sama sekali.

Kepala pusing seperti berputar-putar biasanya memang dipicu oleh gangguan saraf yang disebut vertigo. Padahal bukan itu saja, kadang vertigo itu sendiri bisa menandakan gejala awal penyakit mematikan yakni stroke.

"Sepuluh persen pasien stroke mengalami gejala awal pusing vertigo," kata dr M Kurniawan, SpS, staf pengajar neurologi di Fakultas Keokteran universitas Indonesia.

Penyanyi era 1980-an, Rita Dinah Kandi pernah mengidap tumor otak. Tumor yang akhirnya dikeluarkan lewat bedah otak itu awalnya tidak terdeteksi, bahkan karena gejalanya cuma sakit kepala maka dokter mengiranya sebagai migrain yang memang sering menyerang perempuan saat datang bulan.

"Awalnya hanya migrain dan cepat lelah. Saya kira hanya masuk angin biasa, karena begitu minum pain killer (obat pereda nyeri) dan istirahat sehari dua hari, langsung sembuh," jelas Rita Dinah Kandi.

Perut melilit seperti gejala maag yang tidak sembuh sampai berbulan-bulan sebaiknya langsung diperiksakan. Beberapa kasus kanker usus yang mematikan sering diawali dengan gejala seperti ini, sehingga sering diabaikan hingga tiba-tiba sudah memasuki tahap lanjut.

"Awalnya saya kira sakit maag, karena kalau malam terasa perih. Tapi setelah diberikan obat maag tidak juga sembuh," ujar Abdullah Al Juffry, seorang survivor kanker usus.

(up/ir)

Berita Terkait