1. Pegal-pegal dikira masuk angin, ternyata sakit jantung
|
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
"Banyak yang meninggal setelah dikerok, itu karena sebenarnya sakit jantung. Ketika muncul gejala, seharusnya buru-buru dibawa ke rumah sakit dan bukan cuma dikerok," ungkap Prof Dr Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari Pusat Jantung Nasional.
2. Nyeri punggung dikira encok, ternyata kanker paru
|
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Karena sering dikira encok, gejala kanker paru seringkali tidak terdeteksi hingga terlanjur parah. Padahal ketika muncul gejala tersebut, sebenarnya kanker sudah berada pada tahap lanjut karena biasanya di tahap awal tidak ada gejala sama sekali.
3. Pusing dikira vertigo, ternyata gejala stroke
|
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
"Sepuluh persen pasien stroke mengalami gejala awal pusing vertigo," kata dr M Kurniawan, SpS, staf pengajar neurologi di Fakultas Keokteran universitas Indonesia.
4. Sakit kepala dikira migrain, ternyata tumor otak
|
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
"Awalnya hanya migrain dan cepat lelah. Saya kira hanya masuk angin biasa, karena begitu minum pain killer (obat pereda nyeri) dan istirahat sehari dua hari, langsung sembuh," jelas Rita Dinah Kandi.
5. Sakit perut dikira maag, ternyata kanker usus
|
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
"Awalnya saya kira sakit maag, karena kalau malam terasa perih. Tapi setelah diberikan obat maag tidak juga sembuh," ujar Abdullah Al Juffry, seorang survivor kanker usus.
Halaman 2 dari 6











































