"Jamu saat ini perlahan-lahan mulai dibinasakan di masyarakat. Memang banyak pakar jamu dan dokter yang meresepkan jamu, tetapi tidak dibilang jamu, melainkan herbal," tegas Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam acara Media Gathering mengenai Inovasi Industri Jamu di Indonesia yang diselenggarakan PT. Sinde Budi Sentosa di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (12/6/2012).
Sementara menurut ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GPJI) Charles Saerang, jamu tetap hadir sebagai salah satu produk unggulan nasional yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, Charles juga mengakui potensi jamu di Indonesia kurang dioptimalkan dengan baik. Meskipun bisa mengekspor beberapa bahan jamu ke luar negeri, industri lokal masih mengimpor bahan baku jamu dari luar negeri, misalnya dari Cina.
Padahal bisa jadi produk yang diimpor tersebut bahan bakunya berasal dari Indonesia yang kemudian diolah dan diekstraksi di China.










































