Ahli bedah plastik mengungkapkan saat ini penggunaan botox pada laki-laki atau sering disebut dengan 'Brotox' tengah menjadi prosedur yang populer. Bahkan laki-laki lebih memilih pengobatan botox daripada operasi kosmetik untuk mengendurkan otot dan meredam saraf agar meningkatkan penampilannya.
"Laki-laki cenderung lebih suka botox karena efeknya bersifat sementara yaitu hanya 3-4 bulan saja, serta risiko komplikasinya tidak sebesar operasi," ujar Dr John Sherman dari Weill Cornell Medical College di New York City, seperti dikutip dari Health24, Kamis (14/6/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ada komplikasi yang muncul dari botox ini paling umum adalah benjolan merah kecil atau memar di sekitar tempat penyuntikkan, tetapi bekas ini cepat hilang atau memudar. Biasanya efek dari botox ini hanya berlangsung sekitar 4-5 hari saja lalu diminta untuk lakukan pengulangan agar bisa merespons lebih baik.
"Saya pikir stigma yang ditujukan pada laki-laki sudah menurun, sehingga banyak laki-laki yang mau melakukannya," ujar Dr Stephen B Baker, profesor dan direktur program departemen bedah plastik di Georgetown University Hospital, Washington, DC.
Dr Baker mengungkapkan sebagian besar laki-laki menggunakan botox untuk menghilangkan kerutan di dahi serta keriput-keriput yang muncul antara alis yang biasanya lebih terlihat saat sedang marah.
Para dokter sepakat bahwa laki-laki cenderung meminta pengobatan untuk menghaluskan detail-detail tertentu di wajah, sementara perempuan cenderung ingin perubahan total yang besar.
Botox merupakan kependekan dari Botulinum Toxin, yaitu racun yang diproduksi oleh bakteri Clostridium Botulinum. Biasanya botox ini diberikan melalui cara injeksi atau suntik pada daerah yang bermasalah.










































