Orang Sehat dan Normal pun Bisa Kena Epilepsi

Orang Sehat dan Normal pun Bisa Kena Epilepsi

- detikHealth
Kamis, 14 Jun 2012 15:58 WIB
Orang Sehat dan Normal pun Bisa Kena Epilepsi
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Epilepsi bisa terjadi pada siapa pun, anak-anak, orang dewasa, orang lanjut usia, bayi baru lahir atau bayi yang belum dilahirkan sekalipun. Peluang epilepsi diturunkan sangatlah kecil, sehingga sering dianggap bukan penyakit keturunan. Orang yang sekarang sehat dan normal pun bisa terkena epilepsi.

"Nggak usah mengurusi keturunan, yang tidak punya keturunan saja bisa epilepsi. Kita saja yang sekarang sehat bisa kena epilepsi," tegas Dr Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Epilepsi, dalam acara Seminar Media 'Tatalaksana yang tepat sangat diperlukan untuk mengontrol serangan pada Penyandang Epilepsi (PE) wanita dan anak' di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Dr Kurnia menjelaskan memang gen dari orangtua epilepsi bisa diturunkan, namun kemungkinannya sangat kecil. Bila ayah yang menderita epilepsi, maka kemungkinan diturunkan kurang dari 4 persen, ibu epilepsi peluangnya 4 persen dan jika ayah dan ibu yang epilepsi peluangnya 5 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saking kecilnya, para dokter pun menganggap bahwa epilepsi bukanlah penyakit keturunan.

"Yang diturunkan gennya. Sifatnya diturunkan tapi gennya belum tentu bermanivest epilepsi. Saking kecilnya, kita sering menyebutkan tidak diturunkan karena yang diturunkan gennya, tapi belum tentu manivest," tutur dokter kelahiran Purbalingga, 24 Agustus 1957.

Pada orang yang sekarang sehat dan normal, epilepsi bisa terjadi karena berbagai faktor, antara lain:
1. Trauma pada kepala, misal kecelakaan dan benturan pada kepala
2. Infeksi otak
3. Penyakit yang menyebabkan komplikasi di otak
4. Stroke
5. Pendarahan otak

"Jumlah penyandang epilepsi laki-laki dan perempuan itu sama besar, tapi semakin dewasa makin banyak yang laki-laki, karena banyak yang kecelakaan," jelas Dr Kurnia.







(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads