Alasan Orang Mengabaikan Bahaya Tanning

Alasan Orang Mengabaikan Bahaya Tanning

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 21 Jun 2012 10:09 WIB
Alasan Orang Mengabaikan Bahaya Tanning
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Sudah banyak remaja dan orang dewasa muda yang tahu risiko kesehatan dari tanning, tetapi beberapa orang masih saja nekat melakukannya. Sebuah studi baru pun menunjukkan alasannya. Menurut orang-orang yang melakukan tanning, risiko kesehatan itu ada dimana-mana di sekitar mereka sehingga penggunaan tanning bed (alat untuk menggelapkan kulit) tidak dianggap sebagai bahaya tertentu.

Peneliti telah mensurvei 600 mahasiswa dan menemukan bahwa responden yang mengaku pernah menggunakan tanning bed, 59 persen diantaranya setuju dengan pernyataan, "Penggunaan tanning bed bisa membuat saya sakit, tapi di masa kini segala hal bisa menyebabkan kanker."

Namun 52 persen responden setuju dengan pernyataan, "Penggunaan tanning bed tidak lebih berisiko daripada hal-lain lain yang dilakukan orang."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cara berpikir bahwa ada banyak jenis bahaya di sekitar Anda dan karenanya tidak dapat dihindari adalah cara yang umum untuk membenarkan perilaku berisiko dari orang yang bersangkutan," ungkap peneliti Smita Banerjee, seorang ilmuwan perilaku di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center di New York City seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Kamis (21/6/2012).

"Tentu saja, kelemahan pemikiran seperti itu adalah asumsi bahwa semua bahaya menimbulkan tingkat ancaman atau bahaya yang sama."

Sebaliknya, lebih sedikit responden yang setuju dengan pernyataan yang mengekspresikan keraguan tentang bukti medis yang mengaitkan antara penggunaan tanning bed dengan penyakit tertentu atau sama halnya dengan keyakinan bahwa penggunaan tanning bed itu bermanfaat meskipun ada bahaya di baliknya.

Hanya 10 persen responden yang mengaku setuju dengan pernyataan, "Penggunaan tanning bed tidak melulu buruk bagi Anda karena banyak orang yang menggunakan tanning bed nyatanya hidup lebih lama," sedangkan 12 persen responden setuju bahwa "Lebih penting bagi saya untuk mendapatkan kulit kecokelatan pada usia ini daripada mengkhawatirkan tentang kanker kulit. "

Para profesional di bidang kesehatan pun mengaku prihatin dengan rasionalisasi perilaku berisiko yang dilakukan rata-rata orang dewasa muda tersebut. Oleh karena itu setelah mengetahui hal ini diharapkan "...para profesional membuat berbagai kampanye untuk menyadarkan dan memberikan efek jera yang lebih kuat," saran Banerjee.

Sebagai contoh, dokter dapat merespon seorang pasien yang berpikir bahwa "segala hal" bisa menyebabkan kanker dengan menjelaskan bagaimana cara memprioritaskan risiko kesehatannya. Hal ini karena rasionalisasi semacam itu merupakan karakter manusia yang sangat mendasar dan hal ini didasarkan pada ketidakmampuan individu untuk membedakan antara risiko dan bahaya di sekitarnya, tambahnya.

Namun para peneliti menekankan bahwa studi yang dipublikasikan di jurnal Archives of Dermatology ini terbatas dan cakupannya relatif kecil sehingga mungkin tidak berlaku bagi semua kelompok usia muda.



(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads