Peneliti telah mensurvei 600 mahasiswa dan menemukan bahwa responden yang mengaku pernah menggunakan tanning bed, 59 persen diantaranya setuju dengan pernyataan, "Penggunaan tanning bed bisa membuat saya sakit, tapi di masa kini segala hal bisa menyebabkan kanker."
Namun 52 persen responden setuju dengan pernyataan, "Penggunaan tanning bed tidak lebih berisiko daripada hal-lain lain yang dilakukan orang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja, kelemahan pemikiran seperti itu adalah asumsi bahwa semua bahaya menimbulkan tingkat ancaman atau bahaya yang sama."
Sebaliknya, lebih sedikit responden yang setuju dengan pernyataan yang mengekspresikan keraguan tentang bukti medis yang mengaitkan antara penggunaan tanning bed dengan penyakit tertentu atau sama halnya dengan keyakinan bahwa penggunaan tanning bed itu bermanfaat meskipun ada bahaya di baliknya.
Hanya 10 persen responden yang mengaku setuju dengan pernyataan, "Penggunaan tanning bed tidak melulu buruk bagi Anda karena banyak orang yang menggunakan tanning bed nyatanya hidup lebih lama," sedangkan 12 persen responden setuju bahwa "Lebih penting bagi saya untuk mendapatkan kulit kecokelatan pada usia ini daripada mengkhawatirkan tentang kanker kulit. "
Para profesional di bidang kesehatan pun mengaku prihatin dengan rasionalisasi perilaku berisiko yang dilakukan rata-rata orang dewasa muda tersebut. Oleh karena itu setelah mengetahui hal ini diharapkan "...para profesional membuat berbagai kampanye untuk menyadarkan dan memberikan efek jera yang lebih kuat," saran Banerjee.
Sebagai contoh, dokter dapat merespon seorang pasien yang berpikir bahwa "segala hal" bisa menyebabkan kanker dengan menjelaskan bagaimana cara memprioritaskan risiko kesehatannya. Hal ini karena rasionalisasi semacam itu merupakan karakter manusia yang sangat mendasar dan hal ini didasarkan pada ketidakmampuan individu untuk membedakan antara risiko dan bahaya di sekitarnya, tambahnya.
Namun para peneliti menekankan bahwa studi yang dipublikasikan di jurnal Archives of Dermatology ini terbatas dan cakupannya relatif kecil sehingga mungkin tidak berlaku bagi semua kelompok usia muda.










































