Peneliti dari Royal Holloway, University of London, menemukan bahwa lebih dari dua pertiga orang yang sedang mencuri dengar pembicaraan orang lain akan terlalu fokus terhadap aktivitasnya itu dan membuat otak tidak mampu mengenali suara lain, bahkan sumber suara yang lebih dekat dan lebih keras sekalipun.
Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati aktivitas beberapa orang yang sedang menguping pembicaraan orang lain yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk. Setelah itu orang yang duduk disebelahnya diminta untuk mengucapkan satu kata yang disebutkan berulang kali selama 19 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini terjadi karena saraf pada telinga dipaksa untuk lebih fokus terhadap suara lirih yang lebih ingin Anda dengarkan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Cognition.
"Ini merupakan contoh bagaimana percakapan intens bisa membuat seseorang menjadi tuli terhadap dunia di sekitarnya," kata para peneliti, seperti dilansir indianexpress, Kamis (5/7/2012).
Tuli disini bukan dalam artian seseorang akan menderita kerusakan pendengaran dengan aktivitas mencuri dengar pembicaraan orang lain. Tetapi lebih diartikan terhadap hilangnya kepekaan terhadap suara disekitarnya karena terlalu berkonsentrasi terhadap suara lain yang lebih ingin diketahui.
Sebuah studi pada tahun 1999 juga menyatakan hal yang sama terhadap penglihatan. Seseorang yang terlalu berfokus mengamati suatu hal dapat menjadi 'buta' terhadap peristiwa yang terjadi tepat di depannya.
Namun studi ini adalah yang pertama untuk menunjukkan bahwa hal tersebut juga memiliki pengaruh terhadap pendengaran.
(ir/ir)











































