Meskipun kasusnya cukup jarang, tapi laki-laki juga memiliki risiko terkena infeksi jamur. Untuk itu dengan mengenali faktor risiko dan gejala yang muncul bisa membantu mengatasi masalah ini dan tidak menularkan pada pasangan.
Jamur Candida yang banyak menginfeksi hidup pada kulit yang sehat dan hangat serta di tempat lembab seperti mulut atau alat kelamin. Laki-laki yang melakukan hubungan seks tidak aman atau tidak menjaga kebersihan penis serta selalu berada dalam kondisi lembab bisa memicu terjadinya infeksi jamur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa laki-laki diketahui memiliki risiko yang lebih besar terkena infeksi jamur pada alat kelaminnya dibanding dengan laki-laki lain. Ini dia faktor risikonya yaitu:
1. Menggunakan antibiotik dalam jangka waktu lama
2. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
3. Menderita diabetes
4. Berhubungan seks tanpa menggunakan kondom.
Gejala lain yang muncul seperti bengkak yang menyakitkan atau ada titik merah di ujung penis, bercak putih pada penis, kulit mengelupas dan rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Gejala ini bisa menyebar ke daerah sekitarnya termasuk paha, bokong serta skrotum dan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Ini untuk memastikan apakah akibat infeksi jamur atau infeksi menular seksual yang merupakan masalah serius.
Pengobatan yang diberikan bisa berupa krim atau salep yang dioleskan ke bagian yang kena infeksi, atau jika diperlukan diberikan obat. Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah menjaga kebersihan.










































