Sarang Lebah Madu Dapat Atasi Kanker

Sarang Lebah Madu Dapat Atasi Kanker

Linda Mayasari - detikHealth
Selasa, 10 Jul 2012 12:59 WIB
Sarang Lebah Madu Dapat Atasi Kanker
(Foto: ThinkStock)
Jakarta - Kanker telah dikenal sebagai penyakit yang sulit diobati dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Tetapi kini telah ditemukan senyawa anti-kanker dalam sarang lebah madu yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Para ilmuwan dari Unversity of Chicago Medical Center telah menemukan bahwa terdapat senyawa berkhasiat pada sarang lebah madu yang efektif mengatasi kanker prostat pada tikus. Lebah madu menggunakan propolis untuk menambal lubang dalam sarangnya. Propolis merupakan campuran resin yang diperoleh lebah dari pohon dan tanaman.

Propolis telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat alami untuk berbagai macam penyakit, mulai dari sakit tenggorokan sampai alergi dan luka bakar. Dimana ilmuwan baru-baru ini juga menunjukkan propolis juga efektif terhadap aktivitas anti-kanker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti kemudian melakukan penelitian terhadap senyawa tunggal dari propolis yang disebut caffeic acid phenethyl ester (CAPE). Peneliti menemukan bahwa hanya sejumlah kecil dari CAPE saja mampu memperlambat pertumbuhan sel tumor.

Kemudian peneliti menguji dosis rendah CAPE yang diberikan secara oral pada tikus yang memiliki cangkok tumor prostat manusia. Hasilnya pertumbuhan tumor tersebut melambat hingga sekitar 50 persen, seperti dilansir theatlantic, Selasa (10/7/2012).

Ketika tikus tersebut diberi asupan CAPE setiap hari, tumor berhenti tumbuh. Sebaliknya ketika tikus tidak lagi diberikan asupan CAPE, tumor mulai tumbuh lagi. Hal ini menunjukkan bahwa CAPE bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel tumor, bukan dengan membunuh tumor.

Para peneliti juga menemukan bahwa CAPE dipengaruhi nutrisi tertentu yang juga berpengaruh terhadap aktivitas dari protein. Ketika asupan nutrisi rendah, sel-sel berhenti membelah.

Keberadaan CAPE dapat membatasi produksi protein yang memberitahu sel dengan nutrisi yang cukup untuk mulai membelah. Hal ini menunjukkan bahwa CAPE mungkin berguna sebagai tambahan pengobatan bersama kemoterapi untuk membunuh sel tumor.




(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads