Pada pasien yang menderita sakit kronis dan sudah bersiap menjemput ajal, ada beberapa cara yang ditemukan bisa membuat pasien menyambut ajal dengan tenang.
Penelitian menemukan bahwa pasien sekarat akan lebih tenang dalam menghadapi hari-hari terakhir dalam hidupnya jika tidak berada di rumah sakit dan memiliki kepercayan tehadap dokternya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Doa, meditasi, kunjungan pemuka agama dan perasaan bebas dari kekhawatiran atau kecemasan berlebihan.
2. Tidak mati di ICU atau rumah sakit
3. Tidak menanggung pengobatan untuk memperpanjang nyawa di akhir hidupnya
4. Dan merasa dokter memperlakukan dirinya dengan hormat.
Peneliti Holly Prigerson, direktur dari Pusat Epidemiologi Psikososial dan Hasil Penelitian di Dana-Farber Cancer Institute di Boston seperti dilansir HealthDay, Rabu (11/7/2012) mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan psikososial, kebutuhan rohani, kenyamanan, kekhawatiran, kebutuhan untuk tidak ditinggalkan tim perawatan kesehatan dan merasa berharga adalah hal-hal yang paling penting bagi pasien dan keluarga.
Penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine ini melihat bahwa hubungan manusia tampaknya menjadi hal yang paling penting bagi kualitas hidup pasien di akhir hayatnya.
Ahli onkologi (kanker) cenderung berfokus pada proses penyembuhan pasien, tetapi banyak yang merasa kurang nyaman berurusan dengan masalah pasien dalam menghadapi ajalnya. Temuan menunjukkan bahwa ketika obat sudah tak lagi manjur, pasien masih ingin tahu seberapa besarkah perhatian sang dokter kepada dirinya.
"Dengan berada di samping pasien, hadir secara emosional dan tidak mengabaikan pasien karena tidak dapat menyembuhkan kankernya, dokter merupakan salah satu pengaruh terpenting bagi kualitas hidup pasien," kata Progeson.
Temuan ini juga menggambarkan bahwa penting bagi dokter dan perawat untuk mengoper fokus pengobatan terhadap kualitas hidup pasien kronis yang tak lagi dapat disembuhkan. Fokus lain yang tak kalah penting adalah seberapa dapat pasien memilih tempatnya menyambut ajal dan bagaimana sang pasien menghabiskan saat-saat terakhirnya.
"Tidak ada cara untuk membuat ICU menjadi lingkungan yang menyenangkan. Jika pasien kanker menghabiskan hari terakhirnya di sana, itu sudah tidak lagi berbasis pada kualitas hidup, namun upaya mempertahankan hidup dan merugikan kualitas hidup," kata Dr Michele Evans, ilmuwan senior dan wakil ilmiah direktur US National Institute on Aging.
Survei ini melibatkan sekitar 400 orang pasien kanker stadium lanjut yang diberitahu bahwa lama hidupnya tak lebih dari 6 bulan. Rata-rata usia responden adalah sekitar 59 tahun. Survei dilakukan rata-rata 4 bulan sebelum pasien meninggal. Tak hanya pasien saja, pengasuhnya juga ikut ditanya tentang pengalaman akhir hidup si pasien.











































