Menurut sebuah penelitian di Journal of Consumer Research, seseorang cenderung memilih kemungkinan paling buruk ketika mencari tahu informasi tentang kesehatan di internet. Kecenderungan ini sering memicu diagnosis yang berlebihan alias lebay.
"Kebiasaan mencocok-cocokkan gejala lebih sering memicu orang untuk berlebihan dalam menilai kemungkinan kena penyakit serius," tulis Dengfeng Yan dan Jaideep Sengupta dari Hong Kong University dalam laporan ilmiahnya seperti dikutip dari Medindia, Kamis (19/7/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya jika menemukan beberapa informasi yang berbeda, ada kecenderungan untuk memilih kemungkinan-kemungkinan yang terburuk. Tidak diketahui mengapa, tetapi menurut penelitian tersebut kecenderungan ini teramati di hampir semua kalangan pengguna internet.
Sebagai contoh, para ilmuwan menyebut gangguan pencernaan sebagai keluhan yang termasuk paling sering dicari informasinya di internet. Gangguan pencernaan atau indigestion yang sering disertai gejala nyeri dada dan cegukan sering juga dikira sakit jantung karena ada kemiripan gejala.
Demikian juga ketika seseorang mengalami batuk-batuk, demam dan hidung meler. Meski ada kemungkinan cuma pilek atau flu biasa, tidak sedikit yang pilih mendramatisir penyakitnya berdasarkan informasi di internet, bahwa dirinya kena flu burung atau flu babi.










































