Kiat Berbadan Ramping di Bulan Puasa

Kiat Berbadan Ramping di Bulan Puasa

- detikHealth
Selasa, 24 Jul 2012 16:04 WIB
Kiat Berbadan Ramping di Bulan Puasa
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Makan 2 kali sehari bukan 3 kali

(Foto: thinkstock)
"Saat berpuasa, kita menggeser waktu makan yang tadinya 3 kali jadi 2 kali. Secara medis itu tidak apa-apa, karena orang sakit di rumah sakit pun ada yang disarankan berdiet seperti itu," jelas Dr Ari.

Menurutnya, jika ada orang puasa yang makan tetap 3 kali sehari, itu artinya ada hikmah kesehatan puasa yang tak tercapai. Secara sosial pun, puasa memiliki hikmah untuk merasakan penderitaan orang yang tidak mampu yang kurang makan.

2. Berbuka dengan satu macam makanan manis

(Foto: thinkstock)
Yang sering membuat orang makin gemuk setelah berpuasa adalah adanya budaya balas dendam setelah berbuka, dengan makan banyak makanan berkalori tinggi.

"Yang bikin berat badan bertambah karena banyak makan manis dan budaya balas dendam. Pas berbuka semua dimakan, teh manis iya, kolak iya, cendol iya, ditambah lagi jus buah, yang akhirnya berlebihan. Berbuka memang baik dengan yang manis, tapi ya 1 jenis saja, jangan dimakan semua," tandas Dr Ari.

3. Kurangi makanan berlemak

(Foto: thinkstock)
Setelah berbuka puasa, makanan yang masuk ke dalam tubuh tetap harus makanan sehat. Sebaiknya kurangi makanan yang mengandung banyak lemak seperti makanan bersantan, daging berlemak, gorengan dan makanan berkalori tinggi lainnya.

4. Salat Tarawih

(Foto: thinkstock)
"Gerakan Salat Tarawih selama 1 jam sudah bisa membantu menurunkan berat badan," jelas Dr Ari, yang juga merupakan Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI.

Salat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan.

5. Tetap beraktivitas dan olahraga

(Foto: thinkstock)
"Prinsipnya saat berpuasa tetap lakukan aktivitas seperti biasanya, kecuali misalnya yang memicu keringat berlebih. Olahraga juga tetap dilakukan, pagi 30 menit setelah sahur atau 15 menit sebelum berbuka," jelas Dr Ari.

Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, berenang atau olahraga ringan lainnya.
Halaman 2 dari 6
"Saat berpuasa, kita menggeser waktu makan yang tadinya 3 kali jadi 2 kali. Secara medis itu tidak apa-apa, karena orang sakit di rumah sakit pun ada yang disarankan berdiet seperti itu," jelas Dr Ari.

Menurutnya, jika ada orang puasa yang makan tetap 3 kali sehari, itu artinya ada hikmah kesehatan puasa yang tak tercapai. Secara sosial pun, puasa memiliki hikmah untuk merasakan penderitaan orang yang tidak mampu yang kurang makan.

Yang sering membuat orang makin gemuk setelah berpuasa adalah adanya budaya balas dendam setelah berbuka, dengan makan banyak makanan berkalori tinggi.

"Yang bikin berat badan bertambah karena banyak makan manis dan budaya balas dendam. Pas berbuka semua dimakan, teh manis iya, kolak iya, cendol iya, ditambah lagi jus buah, yang akhirnya berlebihan. Berbuka memang baik dengan yang manis, tapi ya 1 jenis saja, jangan dimakan semua," tandas Dr Ari.

Setelah berbuka puasa, makanan yang masuk ke dalam tubuh tetap harus makanan sehat. Sebaiknya kurangi makanan yang mengandung banyak lemak seperti makanan bersantan, daging berlemak, gorengan dan makanan berkalori tinggi lainnya.

"Gerakan Salat Tarawih selama 1 jam sudah bisa membantu menurunkan berat badan," jelas Dr Ari, yang juga merupakan Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI.

Salat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan.

"Prinsipnya saat berpuasa tetap lakukan aktivitas seperti biasanya, kecuali misalnya yang memicu keringat berlebih. Olahraga juga tetap dilakukan, pagi 30 menit setelah sahur atau 15 menit sebelum berbuka," jelas Dr Ari.

Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, berenang atau olahraga ringan lainnya.

(mer/ir)

Berita Terkait