Demi Modis Tapi Badan Meringis

Demi Modis Tapi Badan Meringis

- detikHealth
Kamis, 02 Agu 2012 15:58 WIB
Demi Modis Tapi Badan Meringis
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Dasi

(Foto: thinkstock)
Ikatan dasi yang ketat dan kerah baju yang kecil bisa mengganggu sirkulasi darah ke kepala, sehingga menyebabkan sakit kepala, penglihatan buram dan telinga terasa geli. Statistik menemukan, 67% pria membeli kemeja yang terlalu kecil bagian lehernya, demikian laporan Wall Street Journal.

Kerah yang kecil akan membatasi gerakan leher dan meningkatkan ketegangan otot di punggung dan bahu. Yang lebih parah lagi, karena tidak dicuci sesering pakaian lainnya, dasi bisa penuh dengan kuman penyakit.

2. Ikat pinggang

(Foto: thinkstock)
Ikat pinggang yang terlalu ketat dapat menyebabkan gangguan saraf tertekan, mati rasa dan gangguan pencernaan. Dr Octavio Bessa dari Stamford, Connecticut, melihat banyak pasiennya mengalami ketidaknyamanan perut, kembung dan mulas karena mengenakan pakaian yang tidak pas dan ikat pinggang yang terlalu ketat.

3. Sepatu hak tinggi

(Foto: thinkstock)
Sepatu yang sempit dengan hak tinggi mendatangkan banyak kerugian bagi kesehatan, yaitu dapat merubah bentuk telapak kaki, jari kaki menjadi bengkok, merusak saraf, patah tulang, dan keseleo pada pergelangan kaki.

"Semakin tinggi tumit sepatu, maka semakin besar berat badan yang dilemparkan ke depan dan ditempatkan pada kaki, sehingga menyebabkan rasa sakit. Kuncinya adalah membatasi pemakaian stiletto atau pakai sepatu dengan lengkungan yang kuat dan distribusi berat badan yang baik," kata John E. Mancuso, ahli penyakit kaki dari New York.

4. Celana jeans ketat

(Foto: thinkstock)
Memakai celana jins ketat bisa memberi kesan modis atau bahkan seksi. Namun ada yang dikorbankan, yakni saraf-saraf di bagian paha sering mengalami tekanan sehingga rentan mengalami kerusakan. Gejalanya antara lain gampang kesemutan.

Kesemutan dan mati rasa merupakan gejala yang menyertai meralgia paresthetica, yakni ketika saraf mengalami tekanan berlebih seperti diperas. Saat mengenakan jins ketat, dampak yang paling terasa adalah pada saraf-saraf yang ada di bagian depan paha atas.

5. Piercing atau tindik tubuh

(Foto: thinkstock)
Tak hanya di telinga, menindik badan sudah menjadi hal yang umum saat ini. Meskipun menindik badan relatif aman, tindakan ini sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

Komplikasi bervariasi tergantung pada bagian badan yang ditindik, bahan yang digunakan, pengalaman praktisi yang menindik, kebersihan alat dan perawatan setelah ditindik. Infeksi merupakan komplikasi yang paling umum, diikuti oleh alergi, perdarahan, jaringan parut dan gangguan saat menjalani prosedur medis, seperti ronsen dan USG.
Halaman 2 dari 6
Ikatan dasi yang ketat dan kerah baju yang kecil bisa mengganggu sirkulasi darah ke kepala, sehingga menyebabkan sakit kepala, penglihatan buram dan telinga terasa geli. Statistik menemukan, 67% pria membeli kemeja yang terlalu kecil bagian lehernya, demikian laporan Wall Street Journal.

Kerah yang kecil akan membatasi gerakan leher dan meningkatkan ketegangan otot di punggung dan bahu. Yang lebih parah lagi, karena tidak dicuci sesering pakaian lainnya, dasi bisa penuh dengan kuman penyakit.

Ikat pinggang yang terlalu ketat dapat menyebabkan gangguan saraf tertekan, mati rasa dan gangguan pencernaan. Dr Octavio Bessa dari Stamford, Connecticut, melihat banyak pasiennya mengalami ketidaknyamanan perut, kembung dan mulas karena mengenakan pakaian yang tidak pas dan ikat pinggang yang terlalu ketat.

Sepatu yang sempit dengan hak tinggi mendatangkan banyak kerugian bagi kesehatan, yaitu dapat merubah bentuk telapak kaki, jari kaki menjadi bengkok, merusak saraf, patah tulang, dan keseleo pada pergelangan kaki.

"Semakin tinggi tumit sepatu, maka semakin besar berat badan yang dilemparkan ke depan dan ditempatkan pada kaki, sehingga menyebabkan rasa sakit. Kuncinya adalah membatasi pemakaian stiletto atau pakai sepatu dengan lengkungan yang kuat dan distribusi berat badan yang baik," kata John E. Mancuso, ahli penyakit kaki dari New York.

Memakai celana jins ketat bisa memberi kesan modis atau bahkan seksi. Namun ada yang dikorbankan, yakni saraf-saraf di bagian paha sering mengalami tekanan sehingga rentan mengalami kerusakan. Gejalanya antara lain gampang kesemutan.

Kesemutan dan mati rasa merupakan gejala yang menyertai meralgia paresthetica, yakni ketika saraf mengalami tekanan berlebih seperti diperas. Saat mengenakan jins ketat, dampak yang paling terasa adalah pada saraf-saraf yang ada di bagian depan paha atas.

Tak hanya di telinga, menindik badan sudah menjadi hal yang umum saat ini. Meskipun menindik badan relatif aman, tindakan ini sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

Komplikasi bervariasi tergantung pada bagian badan yang ditindik, bahan yang digunakan, pengalaman praktisi yang menindik, kebersihan alat dan perawatan setelah ditindik. Infeksi merupakan komplikasi yang paling umum, diikuti oleh alergi, perdarahan, jaringan parut dan gangguan saat menjalani prosedur medis, seperti ronsen dan USG.

(mer/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads