Berkat Cuap-cuap di Twitter, Berhasil Desak Asuransi Bayar Terapi Kanker

Berkat Cuap-cuap di Twitter, Berhasil Desak Asuransi Bayar Terapi Kanker

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 06 Agu 2012 13:31 WIB
Berkat Cuap-cuap di Twitter, Berhasil Desak Asuransi Bayar Terapi Kanker
Arijit Guha (Foto: USA Today)
Phoenix, AS -

Arijit Guha, mahasiswa Arizona State University sedang berjuang keras melawan kanker usus besar stadium 4 yang ia derita. Perusahaan asuransi tidak bersedia menanggung biaya pengobatan. Guha pun meradang dan menumpahkan unek-uneknya lewat twitter. Alhasil, perusahaan asuransi akhirnya bersedia menanggung semua biaya pengobatannya.

Guha (31 tahun) merasakan gejala kanker semenjak melakukan perjalanan ke India bersama istrinya, Heather, pada tahun 2011 lalu. Ia merasa nyeri yang tajam di perutnya. Setelah kembali ke Arizona, ia diduga mengidap kanker stadium awal dan dijadwalkan menjalani operasi.

Sayangnya, ahli bedah menemukan bahwa kankernya telah menyebar sehingga harus menjalani 2 kali operasi. Pria berdarah India yang lahir di Phoenix, Amerika Serikat ini harus menjalani beberapa kali pembedahan dan sesi kemoterapi yang mahal. Saking mahalnya, tagihan pengobatannya mencapai US$ 300.000 atau sekitar Rp 2,8 miliar, jauh melebihi batas maksimum klaim asuransi kesehatan mahasiswa seumur hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya kemoterapi yang harus dilakukan Guha seharga US$ 10.000 sampai US$ 12.000 atau sekitar Rp 94,3 juta sampai Rp 113,2 juta tiap kali terapi. Biaya asuransi kesehatan mahasiswa pun mencapai batasnya setelah menjalani kemoterapi pada 31 Januari 2012.

"Itu bukan hal yang ingin saya pikirkan. Hal terakhir yang harus dikhawatirkan oleh orang yang sedang berjuang dengan penyakit ini adalah bagaimana cara membayar biaya pengobatannya," kata Guha seperti dilansir USA Today, Senin (6/8/2012).

Perusahaan asuransi tempat Guha membayar premi, Aetna, tidak mau membayar jumlah sebesar itu. Tak hanya itu, tagihan kesehatan lain yang harus dibayar Guha sebesar US$ 118.000 atau sekitar Rp 1,11 miliar juga dibiarkan tak terbayar.

Tak kehabisan akal, Guha membuat situs bernama Poop Strong dan menjual T-shirt serta pernak-pernik untuk mengumpulkan uang guna membayar tagihan medisnya. Dia juga menggunakan Twitter untuk mengkritik perusahaan asuransi Aetna dan industri asuransi kesehatan di AS.

Lewat akun twitternya bernama Poop_Strong, Guha mulai mengarahkan pertanyaan dan komentar ke Aetna. Tweet pertamanya adalah mempertanyakan bagaimana bisa perusahaan asuransi menolak membayar klaim nasabahnya namun tetap mengumpulkan keuntungan.

Perwakilan Aetna menanggapi melalui Twitter bahwa perusahaan sangat mempedulikan anggotanya. Namun Guha meilihat respon Aetna sebagai omong kosong yang tidak akan membantu situasinya. Didukung oleh followernya, Guha mengarahkan kritik lebih tajam kepada perusahaan dan dewan eksekutif.

Guha mendapat angin segar ketika CEO Aetna, Mark T. Bertolini, ikut bergabung pada perdebatan di Twitter pada tanggal 26 Juli 2012 dan sepakat agar perwakilan perusahaan campur tangan dalam kasus tersebut. Bertolini juga terlibat dalam perdebatan dengan Guha mengenai ekonomi kesehatan dan hukum kesehatan di AS. Keduanya sepakat bahwa sistem perawatan kesehatan membutuhkan perbaikan.

"Sistem ini tidak bekerja. Saya benar-benar mencoba untuk memperbaikinya," kata Bertolini dalam salah satu tweetnya.

Lewat desakan Bertolini, Guha berbicara kepada perwakilan Aetna dan diyakinkan bahwa tagihan medisnya akan dibayar sepenuhnya. Perusahaan tidak mengungkapkan secara spesifik bagaimana pembayaran tagihan dan Guha juga tidak menanyakannya. Guha mengaku tidak pernah berbicara dengan Bertolini secara langsung, keduanya hanya bertukar pesan di Twitter.

"Saya ingin berbicara dengan dia, hanya untuk berterima kasih atas apa yang dilakukannya. Saya pikir akan menarik untuk melihat apa yang ia rencanakan untuk melakukan perubahan sistem perawatan kesehatan," kata Guha.

Guha tentu saja gembira mengetahui tagihan pengobatannya akan dibayar sepenuhnya oleh Aetna. Namun ia meragukan pasien kanker lainnya yang tidak mendapat asuransi kesehatan atau terbatas cakupannya akan mendapat perlakuan yang sama.

"Kami mampu untuk berhubungan dengan anggota melalui jejaring sosial media dan mendengar keprihatinannya. Meskipun ia telah mencapai batas rencananya, pengelolaan perawatan Aetna terus memberikan dukungan dan kami telah berupaya mengembangkan solusi. Hasilnya, kami akan mampu menutupi biaya kesehatan Mr Guha pada akhir tahun rencana," kata Aetna dalam sebuah pernyataan.

Guha mengatakan akan terus mengelola situsnya, Poop Strong, yang mengkampanyenyakan hidup sehat dan mengumpulkan uang melalui penjualan barang-barang seperti kaos, gelang dan pakaian bayi. Guha telah berhasil mengumpulkan dana sekitar US$ 120.000 atau sekitar Rp 1,13 miliar lewat sumbangan dan penjualan T-shirt dengan slogan seperti 'Keep Calm and Poop Strong' dan 'Arijit Loves Me'.

Setelah dikurangi biaya pribadinya, uang tersebut akan disumbangkan kepada 3 badan amal, yaitu the Arizona Cancer Center's patient-assistance fund, the Wellness Community dan the Colon Cancer Alliance. Situs buatannya ini telah menarik banyak orang sejak perdebatannya di Twitter dengan Bertolini menarik perhatian media di AS.

(pah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads