Para ilmuwan dari University of Missouri mempelajari bagaimana orang muda melihat tubuhnya sendiri dan bagaimana perasaannya mengenai pesan media, terutama yang ditujukan untuk wanita. Tim peneliti kemudian membuat permainan interaktif mengenai citra tubuh untuk memicu diskusi tentang pesan sosial mengenai berat badan serta pilihan hidup sehat.
"Selama percakapan dalam diskusi, kami mempelajari bahwa orang muda tidak mempertimbangkan jumlah gizi dalam makanannya. Mereka lebih memikirkan tentang hitungan kalori yang tidak selalu berhubungan dengan pola makan yang sehat dan seimbang," kata peneliti, profesor María Len-Ríos seperti dilansir Science Blog, Selasa (14/8/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima masukan bahwa banyak pesan dari media, baik dari berita maupun iklan tentang bagaimana kita harus makan, bagaimana kita harus hidup dan bagaimana kita memandang sesuatu. Beberapa peserta mengakui bahwa model dalam iklan adalah rekayasa digital. Tapi mereka tetap ingin tampil seperti model tersebut karena melihat bagaimana masyarakat menghargai wanita yang terlihat cantik," kata Len-Ríos.
Para peneliti juga melakukan wawancara secara mendalam dengan konselor gizi yang mengatakan bahwa kurangnya waktu dan lingkungan yang tidak sehat dapat membuat para pria dan wanita usia kuliah ini tidak mendapatkan asupan nutrisi dengan baik.
"Makan juga membutuhkan waktu. Menurut pakar kesehatan, mahasiswa yang memiliki banyak jadwal tidak memiliki cukup waktu untuk memasak dengan benar atau mungkin tidak tahu cara memasak makanan yang menyehatkan," kata Len-Ríos.
Berdasarkan kesimpulan diskusi dan wawancara tersebut, peneliti menyusun sebuah drama mengenai citra tubuh wanita. Para karakter dalam drama mengungkapkan rasa ketidaknyamanan terhadap tubuhnya sendiri, menilai rendah tubuh wanita lain dan membicarakan tentang pilihan gizi.
"Banyak hal yang kami dapatkan dari teater interaktif, diskusi kelompok dan wawancara mendalam, misalnya bagaimana orang cenderung menilai orang lain karena penampilan dan bukan kualitas pribadinya atau kemampuan yang berasal dari pengalaman pribadi individu," jelas Len-Ríos.
(pah/ir)










































