Penyakit-penyakit yang Bisa Dilihat dari Mata

Penyakit-penyakit yang Bisa Dilihat dari Mata

Linda Mayasari - detikHealth
Rabu, 15 Agu 2012 12:36 WIB
Penyakit-penyakit yang Bisa Dilihat dari Mata
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Seorang dokter mata David Ingvoldstad, pertama kali menyatakan bahwa penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus dan bahkan risiko stroke dapat dilihat melalui kondisi kesehatan mata seseorang.

Ini karena perubahan mata dapat mencerminkan kondisi pembuluh darah, saraf dan kekebalan tubuh sebab semua sistem tubuh saling berhubungan.

Kondisi pembuluh darah, saraf dan jaringan dapat dilihat langsung melalui mata dengan menggunakan peralatan khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui pemeriksaan mata, seseorang bisa mendapatkan diagnosis dini dan pengobatan sejak awal sebelum kondisinya semakin parah.

Diagnosis pada mata yang bisa membantu menentukan penyakit adalah:

1. Gumpalan dalam pembuluh darah kecil di retina dapat mengisyaratkan risiko stroke.

Mata dapat membantu memprediksi risiko stroke yang sangat penting untuk orang dengan penyakit jantung dan faktor-faktor risiko stroke.

Menurut National Eye Institute, pembekuan darah di arteri leher dan kepala yang mungkin menyebabkan stroke sering terlihat sebagai emboli retina, atau pembekuan dalam pembuluh darah kecil pada mata.

2. Interaksi sistem kekebalan tubuh dengan mata juga dapat memberikan informasi tentang penyakit autoimun atau infeksi di seluruh tubuh.

Kadang-kadang gejala penyakit seperti nyeri sendi mungkin akan tampak terlebih dahulu pada mata daripada gejala lainnya di tubuh.

3. Peradangan pada saraf optik juga dapat menjadi sinyal penyakit tertentu.

4. Menurunnya ketajaman penglihatan yang kadang disertai nyeri, dapat menjadi tanda penyakit multiple sclerosis.

5. Penebalan dinding pembuluh darah bersama dengan penyempitan pembuluh pada mata, dapat mengisyaratkan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

6. Jika terjadi pembengkakan sebagian dari saraf optik, penurunan penglihatan pada bidang simetris, dan melemahnya visualisasi dari kedua bola mata, mungkin pasien memerlukan evaluasi terhadap tumor yang langka.

"Mata adalah jendela tubuh, sehingga seseorang yang mengalami perubahan visual harus segera memeriksakannya untuk mengetahui apakah hal tersebut merupakan sinyal terhadap penyakit lain," kata Emily Chew, wakil direktur divisi epidemiologi di National Eye Institute, seperti dilansir foxnews, Rabu (15/8/12).

Para ilmuwan kini sedang berusaha untuk memajukan pengetahuan tentang penyakit tertentu yang tampak melalui pemeriksaan mata.

Misalnya, peneliti sedang mempelajari bagaimana bintik gelap di bagian belakang mata berhubungan dengan beberapa jenis kanker usus besar.

Contoh lain adalah reaksi mata terhadap cahaya dapat mengidentifikasikan demensia yang terkait perubahan sinyal di mata.

Ilmuwan lain juga sedang mempelajari apakah dengan menjaga kondisi mata agar tetap sehat memiliki pengaruh terhadap kesehatan bagian tubuh lainnya.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads