ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Agu 2012 14:24 WIB

Kenapa Yogurt Tidak Boleh Dipanaskan?

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Yogurt dan minuman probiotik lain sering dikombinasikan dengan bahan lain sebagai campuran untuk memasak. Namun banyak orang khawatir kandungan bakteri baiknya rusak kalau dipanaskan. Bagaimana biar tidak terlalu banyak yang rusak?

Ahli mikrobiologi dari PT Yakult Indonesia Persada, Jimmy Hariantono, PhD mengatakan bahwa manfaat probiotik memang paling bagus kalau tidak dipanaskan. Meski begitu, pengolahan dan bahkan pemanasan tidak akan banyak mengurangi manfaatnya asal masih dengan suhu rendah.

"Probiotik diolah tidak masalah asal dengan suhu rendah, yang tidak dianjurkan itu kalau direbus karena bakteri baiknya akan banyak berkurang," kata Jimmy dalam coaching clinic di KidZania-Jakarta, Mal Pasific Place, SCBD, Selasa (28/8/2012).

Sedikit variasi pengolahan kadang memang diperlukan dalam menyajikan minuman probiotik supaya rasanya tidak membosankan. Namun menurut Jimmy, mengolah probiotik tidak selalu harus dengan dipanaskan supaya manfaatnya bagi tubuh tetap terjaga.

Jimmy mencontohkan, sebuah restoran di Jakarta menyajikan minuman probiotik dengan cara di-mix atau dijus dengan buah-buahan misalnya pisang atau apel. Cara ini menurutnya bagus, tidak mengurangi kandungan bakteri baik yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan.

Di dalam tubuh, probiotik atau bakteri baik membantu sistem pencernaan untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme. Dikatakan oleh jimmy, manusia memiliki tak kurang dari 100 triliun mikroorganisme di dalam usus yang terdiri dari mikroorganisme baik maupun jahat.

Agar bisa hidup di saluran pencernaan, probiotik membutuhkan makanan yang disebut dengan prebiotik. Bagi manusia, prebiotik yang merupakan serat kompleks tidak dicerna namun bisa diurai dan dimakan oleh mikroorganisme probiotik agar jumlahnya tetap bisa mengimbangi mikroorganisme jahat.

(up/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT