Para peneliti Prancis di Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS) mempelajari molekul yang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Pada mulanya peneliti memeriksa dan menganalisis sifat yang diinginkan menggunakan bakteri. Namun terkadang sebuah molekul yang bekerja pada bakteri tidak dapat bekerja pada sel manusia.
Akhirnya peneliti mencoba memeriksa senyawa baru yang dapat digunakan pada sel manusia. Untuk mempercepat proses pencarian senyawa baru ini, tim menggunakan HIV penyebab AIDS. Kelebihan virus ini yang dapat dimanfaatkan adalah kemampuannya mereplikasi diri dan bermutasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim CNRS memodifikasi gen HIV dengan cara memasukkan gen virus kepada protein yang disebut deoxycytidine kinase (dCK). Protein ini ditemukan di semua sel dan penting untuk mengaktifkan obat anti-kanker. Para peneliti ingin membuat dCK yang lebih kuat sehingga memungkinkan obat kanker bekerja lebih efektif dengan efek samping yang lebih sedikit dan toksisitas yang rendah.
Tim ini menggandakan HIV sampai beberapa generasi sehingga menghasilkan banyak mutan protein dCK. Pada akhirnya, peneliti berhasil menemukan varian virus yang dapat membunuh sel-sel tumor. Dengan dosis hanya sekitar 1/300 dari dosis obat pembunuh kanker, pemberian sejumlah kecil protein saja sudah efektif menghentikan pertumbuhan tumor.
Metode ini memiliki 3 keunggulan. Pertama, protein yang bermutasi bisa bekerja efektif dalam kultur sel manusia dan mempersingkat beberapa tahapan yang dilakukan pada bakteri atau hewan. Kedua, metode ini membuat obat kanker bekerja lebih efektif hanya dengan memodifikasi bahan kimia dari dalam tubuh.
Ketiga, penggunaan terapi baru dari salah satu musuh terkuat manusia ini akan membantu menemukan molekul senyawa obat baru untuk membantu meringankan berbagai jenis penyakit. Temuan para peneliti Prancis ini telah dimuat dalam jurnal PLoS Genetics.
(pah/ir)











































