"Gejala kanker payudara yang perlu diwaspadai itu adalah benjolan terutama yang tidak sakit; ada cairan yang keluar di puting berwarna bening atau berdarah, kalau seperti ASI malah tidak apa-apa; dan luka yang tidak sembuh-sembuh," jelas Dr Dradjat Ryanto Suardi, SpB(K)Onk, Ketua Umum PP Perhimpunan Onkologi Indonesia, dalam acara Diskusi Media tentang Terobosan Pengobatan Kanker Payudara dengan Peningkatan Harapan Hidup Signifikan, di Resto Tesate, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Menurut Dr Dradjat, benjolan yang tidak sakit di payudara justru yang patut diwaspadai sebagai kanker. Hal ini terkait dengan pola tumbuh kanker yang pelan-pelan dan butuh belasan tahun untuk menjadi kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beda dengan kanker yang tumbuhnya pelan-pelan, jadi tidak sakit," jelas dokter yang kini menjabat sebagai Ketua Tim Paliatif RS Hasan Sadikin-FK Universitas Padjajaran Bandung.
Diantara seluruh kanker yang ada, kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering ditemukan. Menurut Dr Dradjat, di Indonesia sendiri kasus kanker payudara terus meningkat.
Pada tahun 2004, tercatat ada 15,1 persen kasus kanker payudara dari semua kasus kanker yang ada. Di tahun 2008, jumlahnya meningkat menjadi 18,5 persen.
(mer/ir)











































