Seorang remaja yang merasa tubuhnya sakit dan sempoyongan, menyalahkan minuman beralkohol yang membuatnya mabuk. Ternyata bukan karena mabuk melainkan stroke yang hampir saja membunuhnya.
Oliver Lilburn (19 tahun) mulai gemetaran sebelum akhirnya muntah-muntah dan pingsan. Tapi kondisi tersebut bukan disebabkan karena hangover (mabuk) melainkan karena stroke. Dokter bahkan mengatakan kepada orangtuanya untuk mengucapkan kata perpisahan terakhir.
"Penglihatan saya kabur dan kemudian seluruh sisi kanan tubuh mulai gemetar. Lalu saya muntah dalam perjalanan ke rumah sakit dan akhirnya pingsan," jelas Oliver Lilburn.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokter mengatakan kepada ayah dan ibu tentang kemungkinan terburuk," kenang Oliver, yang berasal dari Deham, Essex, seperti dilansir Thesun, Sabtu (1/9/2012).
Oliver harus menghabiskan satu tahun di panti rehabilitasi untuk pemulihan dan sedang mempersiapkan dirinya untuk masuk universitas.
Kini setahun setelah serangan berbahaya, Oliver masih berjuang untuk kembali dari 'tepi jurang' penyakit yang banyak menyebabkan kecacatan dan menjadi salah satu penyebab kematian mendadak terbesar di dunia.
Ia pun bertekad untuk meningkatkan kesadaran orang-orang tentang penyakit stroke. Ia mulai mengumpulkan uang untuk membantu penderita stroke muda lainnya.
(mer/ir)










































