'Jika Ingin Jadi Suami yang Baik, Pria Harus Ikut KB'

'Jika Ingin Jadi Suami yang Baik, Pria Harus Ikut KB'

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 03 Sep 2012 13:05 WIB
Jika Ingin Jadi Suami yang Baik, Pria Harus Ikut KB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Belitung Timur - Selama ini program Keluarga Berencana (KB) selalu identik dengan kewajiban wanita. Tapi bila ingin jadi suami dan ayah yang baik, pria seharusnya juga ikut ber-KB.

KB pria merupakan salah satu fokus dari pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Kabupaten yang terkenal dengan 'Sejuta Pelangi' ini ingin menjadikan penduduk prianya aktif ber-KB.

"Program di Belitung Timur kita fokus. Saya suka istilahkan begini 'Menjadi seorang laki-laki itu mudah, tapi jadi seorang suami dan ayah yang baik itu sulit'. Nah, salah satu cara untuk jadi suami yang baik, ayah yang baik ya ikut ber-KB. Bukan suruh ibunya," ujar Dr Basuri T Purnama, SpGK, Bupati Kabupaten Belitung Timur, disela-sela acara Bakti Sosial TNI KB-Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2012, di Belitung Timur, Senin (3/49/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barusi menjelaskan, bila seorang suami yang ber-KB maka istrinya tak perlu lagi repot-repot setiap bulan harus minum obat atau suntik KB.

Selain itu, dengan mengatur jumlah anak artinya risiko kematian ibu saat melahirkan pun menjadi semakin kecil.

"Bila kelahirannya diatur berarti kita menurunkan risiko kematian ibu. Jadi kan kita berusaha untuk menjadi suami yang baik. Masa istrinya sudah 'dipakai' terus habis itu masih disuruh risiko mati, kan tidak lucu," lanjut Basuri.

Basuri ingin menjadikan Belitung Timur sebagai daerah yang laki-lakinya benar-benar bisa menjadi suami dan ayah yang baik dengan aktif ber-KB.

Hal ini tampaknya bukan isapan jempol belaka. Untuk tahun 2012 saja pencapaian peserta KB baru di Belitung Timur untuk MOP (Medis Operatif Pria) atau vasektomi sudah melebihi target hingga 433,33 persen, tertinggi untuk seluruh peserta baru KB.

Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar.

Prosesnya dilakukan dengan membuat sayatan kecil di daerah testis, kemudian saluran sperma (vas deferens) diambil, dipotong dan diikat.

Namun tidak semua pria boleh melakukan vasektomi, ada beberapa syarat yang harus dipatuhi, yaitu:

1. Komitmen antara pasangan suami dan istri

2. Tidak ingin punya anak lagi (jumlah anak sudah ideal)

3. Usia anak paling kecil 5 tahun

4. Usia istri sekurang-kurangnya 25-30 tahun

5. Suami dalam keadaan sehat dan tidak menderita hemofilia (penyakit kelainan pembekuan darah)

6. Tidak ada tanda-tanda radang pada buah zakar, hernia (turun berok), kelainan akibat cacing tertentu pada buah zakar, penyakit darah tinggi, kencing manis yang tidak terkontrol, penyakit paru-paru kronis dan penyakit jantung.

(mer/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads