4 Jenis Jamu yang Paling Sering Dioplos

4 Jenis Jamu yang Paling Sering Dioplos

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 06 Sep 2012 16:16 WIB
4 Jenis Jamu yang Paling Sering Dioplos
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Jamu adalah warisan tradisional yang banyak manfaatnya dan sangat sedikit efek sampingnya. Namun kalau dioplos dengan bahan kimia obat seperti yang sering ditemukan pada jamu racikan ilegal, bahayanya jadi lebih besar dari manfaatnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui, jamu oplosan yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) sulit diberantas sampai tuntas. Selain karena produsen dan tukang jamunya yang nakal, konsumen kadang juga ceroboh dengan lebih menyukai hasil yang serba instant.

"Dari yang beredar saat ini, ada sekitar 2-3 persen jamu yang mengandung BKO. Tahun ini kami targetkan bisa ditekan sampai 1 persen," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplementer BPOM, Drs Bahdar Johan, MPharm, dalam talkshow di BPOM, Kamis (6/9/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bahdar, risiko minum jamu yang dicampur BKO tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Meski efeknya bisa dirasakan lebih cepat, jamu yang dicampur BKO jadi lebih banyak efek sampingnya apalagi biasanya obat yang dicampurkan adalah obat keras.

Beberapa jenis jamu dan bahan obat yang sering dicampur, beserta efek sampingnya seperti disampaikan Bahdar antara lain sebagai berikut.

1. Jamu pegal linu campur dexamethasone
Hati-hati kalau minum jamu kemudian pegal linu langsung sembuh sama sekali. Ada kemungkinan jamu tersebut sudah dioplos dengan dexamethasone, sejenis antiimflamasi yang efeknya memang kuat tapi dalam jangka panjang bisa memicu efek samping moon face atau wajah jadi bulat seperti bulan purnama.

2. Jamu masuk angin campur parasetamol
Saat merasa tidak enak badan atau dalam bahasa awam disebut masuk angin, banyak orang merasa keluhannya membaik setelah minum jamu. Sayangnya kadang jamu tersebut dicampur parasetamol dan CTM oleh tukang jamu nakal. Dalam jangka panjang, obat ini bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.

3. Jamu penambah stamina campur viagra
Kandungan zat aktif viagra, yakni sildenafil sering dioplos dengan jamu pembangkit stamina pria. Karena orang mengiranya jamu biasa maka dikonsumsi sembarangan, padahal viagra hanya boleh dikonsumsi dengan pengawasan dokter. Efek sampingnya macam-macam, bisa gangguan jantung dan pembuluh darah maupun memicu ereksi permanen.

4. Jamu pelangsing campur telur cacing
Bahdar mengatakan, jamu pelangsing paling banyak dilaporkan memicu efek samping karena paling banyak dioplos dengan bahan-bahan berbahaya. Kadang dicampur sibutramine atau obat pelangsing yang sebenarnya tidak boleh dipakai sembarangan karena bisa merusak ginjal, bahkan ada juga yang dicampur telur cacing dan bisa memicu gangguan penyerapan nutrisi.

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads