Perang Melawan Ebola Terus Berlanjut

Perang Melawan Ebola Terus Berlanjut

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 10 Sep 2012 16:59 WIB
Perang Melawan Ebola Terus Berlanjut
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Wabah ebola di Kongo yang hingga kini telah menewaskan 14 orang belum juga teratasi. Bersama-sama dengan kementerian kesehatan setempat, tim emergensi MSF (Medecins Sans Frontieres atau Dokter Lintas Batas) terus berupaya untuk memberantas.

Sampai akhir pekan lalu, dua orang pasien baru dirujuk ke rumah sakit di Isiro, provinsi Orientale, yang merupakan pusat penyebaran wabah ebola di negara tersebut. Dengan ditemukannya kasus-kasus baru ebola selama minggu lalu, epidemi ebola masih berlanjut.

Suatu daerah baru dinyatakan bebas dari ebola kalau tidak ada lagi kasus baru, dalam kurun waktu 42 hari setelah kasus terakhir dikonfirmasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus terakhir terkonfirmasi tanggal 2 September lalu dan telah dirujuk untuk ditangani di pusat medis penanganan ebola," jelas koordinator emergensi MSF Olimpia de la Rosa dalam rilis yang diterima detikHealth, Senin (10/9/2012).

Sejak awal epidemi, tim MSF yang terdiri dari sekitar 80 staf telah aktif membantu pihak Kementerian Kesehatan Kongo untuk penanganan pasien, pencegahan penyebaran wabah serta melaksanakan berbagai kegiatan promosi kesehatan.

MSF juga memberikan pelatihan bagi para petugas medis dan kesehatan Kongo dalam upaya diagnosa dan deteksi awal ebola, serta akan segera memulai pelayanan dukungan psikologis guna turut membantu pasien dan keluarga mereka.

Ebola adalah sejenis demam yang disertai pendarahan dimana obat atau vaksin penyembuhnya belum ditemukan. Tingkat kematian akibat ebola berkisar 25 persen sampai lebih dari 80 persen, tergantung pada strain penyakit.

Wabah ebola juga merebak di wilayah Barat Uganda pada akhir Juli lalu. Namun berkat kerja sama dengan pemerintah Uganda, upaya tanggap darurat MSF berhasil menangani dan menghentikan penyebaran ebola tanpa ada kasus baru di wilayah ini sejak 4 Agustus 2012.

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads