Salah satu contohnya adalah yang dilakukan warga di kampung Banjar Ambengan, kelurahan Pesanggaran, kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Semenjak bulan Februari 2012 lalu warga telah berupaya melakukan pengolahan limbah rumah tangga agar dapat digunakan untuk keperluan lain.
Menggunakan alat yang disebut komposer, warga menimbun makanan sisa, makanan basi dan limbah organik lainnya untuk diubah menjadi kompos. Dalam pelaksanaannya warga dibantu oleh Pertamina yang memilki depot pengisian bahan bakar di dekat kampung tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyoman yang merupakan seorang pensiunan guru ini mengaku tidak semua warga di kampung mau berpartisipasi dalam pengelolaan limbah. Dari 6 komposer yang tersedia, sebanyak 2 komposer kurang digunakan secara optimal oleh warga.
Limbah dalam komposer harus didiamkan selama 6 bulan agar dapat menghasilkan kompos. Setelah cukup 'matang', kompos yang diperoleh saat ini hanya dipakai sebatas untuk keperluan warga. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan kompos akan dijual jika perkembangannya signifikan.
Nyoman mengaku program pengelolaan limbah ini di sisi lain bermanfaat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan. Awalnya, kampung yang dihuni oleh 53 kepala keluarga ini terbilang kumuh.
"Ada perubahan yang cukup bagus. Dulu di daerah sini lalatnya banyak karena dekat dengan tempat pemotongan sapi. Limbahnya sering masuk ke selokan kami. Beberapa warga ada yang sering terserang disentri. Sekarang sistem pengairannya sudah kami benahi dan lebih bersih," tutur Nyoman.
Banjar Ambengan merupakan salah satu desa binaan Pertamina di Bali. Selain memberikan bantuan berupa teknik dan alat pengelolaan limbah, perusahaan pengelolaan minyak dan gas bumi milik pemerintah ini juga memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah non organik.
Warga sekitar, terutama ibu-ibu, saat ini mulai bergiat membuat kerajinan dari limbah yang tak dapat didaur ulang. Contohnya adalah sedotan plastik yang dibuat sedemikian rupa hingga menjadi taplak.
(pah/ir)










































