Seperti halnya kanker padat yang lain, kanker payudara bisa tumbuh berdesak-desakan sehingga kekurangan oksigen. Untuk dapat tetap tumbuh, sel-sel kanker payudara akan membentuk pembuluh darah baru dengan batuan protein yang disebut Hypoxia Inducible Factor 1 (HIF-1).
"Kami telah mengetahui bahwa peningkatan HIF-1 ada kaitannya dengan peningkatan pembuluh darah dan tingkat kematian pasien," kata Gregg Semenza, MD, PhD, seorang ilmuwan dari John Hopkins University seperti dikutip dari Medindia, Jumat (14/9/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam eksperimen tersebut, para ahli menyuntikkan sel kanker payudara yang berasal dari manusia ke dalam tubuh tikus uji. Sel kanker yang telah disuntikkan lalu dibiarkan agar tumbuh dan berkembang, hingga akhirnya menyebar hingga ke paru-paru.
Sebagian dari tikus uji tersebut diberi obat-obatan untuk menghambat aktivitas HIF-1. Dibandingkan yang tidak diberi perlakuan apa-apa, tikus yang diberi obat untuk menekan kadar HIF-1 cenderung memiliki pertumbuhan kanker 76 persen lebih lambat.
Pada manusia, diyakini pemberian digoxin untuk menghambat aktivitas HIF-1 maupun imatinib yang biasa dipakai untuk mengobati kanker akan membuat kanker payudara lebih sulit menyebar. Dibandingkan kalau tidak diobati, ukuran tumor jadi 78 persen lebih kecil dan risiko menyebar ke kelenjar getah bening turun 94 persen.
(up/ir)











































