Beberapa tahun belakangan, dunia diguncang oleh wabah infeksi virus yang mematikan. Ada juga virus berbahaya yang menyebar lewat udara, yaitu virus SARS. Virus ini akhirnya berhasil diatasi, namun sekarang muncul virus baru yang serupa dengan virus ini.
Virus yang baru dikenali ini masuk dalam jenis coronavirus, yaitu rumpun virus penyebab flu biasa dan pemicu wabah SARS yang menewaskan ratusan orang di seluruh dunia pada tahun 2003.
Seorang pria berusia 49 tahun di Qatar adalah orang pertama yang diketahui terinfeksi. Kini ia sedang dirawat karena gagal ginjal di unit perawatan intensif di London. Virus yang menginfeksi pasien ini hampir identik dengan virus yang berhasil diisolasi peneliti Belanda awal tahun ini dari pasien Arab Saudi yang meninggal karena terinfeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat petugas kesehatan belum begitu mengetahui mengenai virus ini dan belum ada bukti kuat dapat menyerang antar manusia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memberlakukan larangan perjalanan.
"Kami tidak tahu apakah ini akan berubah menjadi SARS yang lain atau akan menghilang begitu saja. Namun setidaknya 1 orang telah meninggal akibat penyakit tersebut. Ini memberi kita alasan untuk berpikir bahwa mungkin virus ini mirip SARS," kata Michael Osterholm, pakar flu dari University of Minnesota seperti dilansir Time Healthland, Selasa (25/9/2012).
SARS (severe acute respiratory syndrome) pertama kali menular dari musang ke manusia di Cina dan menyebar dari Hong Kong dan lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Infeksi virus mematikan ini telah menewaskan sekitar 800 orang. Setelah pasien pertama diidentifikasi di Cina, kasus-kasus infeksi berikutnya mulai menyusul dengan cepat.
Virus SARS menyebar melalui udara yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Akibatnya dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan menewaskan 12% orang yang terinfeksi. Gejala khas infeksi coronavirus adalah demam, batuk dan sulit bernapas.
Berdasarkan pemeriksaan, pasien di Qatar tersebut pertama kali mengalami gejala sakit pada tanggal 3 September 2012 lalu. Petugas kesehatan belum dapat memprediksi sepenuhnya gejala buruk penyakit ini atau mengapa beberapa orang yang terserang dapat sakit parah sedangkan yang lainnya sembuh.
Para ahli percaya bahwa virus baru ini sangat tidak menular. Coronavirus sendiri sebenarnya cukup rapuh karena hanya dapat bertahan hidup selama satu hari di luar tubuh dan mudah dihancurkan oleh deterjen biasa.
"Untuk saat ini, saya akan tetap waspada tetapi tidak segera khawatir," kata Peter Openshaw, direktur Center for Respiratory Infection di Imperial College London.
(/)










































