Ditugaskan di tempat terpencil dan minim fasilitas, serta insentif yang tidak banyak, membuat dokter-dokter muda enggan melaksanakan tugas PTT (Pegawai Tidak Tetap). Namun Menteri Kesehatan berpesan, seorang dokter yang baik tidak akan pernah kelaparan.
Hari ini Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH melepas 163 dokter dan dokter gigi PTT (Pegawai Tidak Tetap) lulusan Provinsi DKI Jakarta untuk bertugas di Puskesmas di daerah terpencil dan sangat terpencil di seluruh Indonesia.
Dokter PTT tersebut terdiri dari 110 dokter umum dan 53 dokter gigi lulusan Provinsi DKI Jakarta. Untuk lulusan di 18 Provinsi lainnya dilepas oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi atas nama Gubernur setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan saya, karena saya tahu saudara memilih untuk menjadi dokter PTT di daerah terpencil dan sangat terpencil. Saudara orang-orang pilihan," ujar Menkes dalam acara Pelepasan Dokter/Dokter Gigi PTT dan Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 Kepada Kepala Biro Kepegawaian di Gedung Kemenkes, Kamis (27/9/2012).
Dengan masa tugas 1 tahun yang sangat singkat, Menkes berpesan agar dokter dan dokter gigi dapat bekerja dengan baik, penuh dedikasi serta tidak mengecewakan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Menkes juga berpesan agar dokter-dokter muda ini senantiasa bersikap baik pada pasien, meskipun gaji dan imbalan yang mereka terima tidak banyak. Menkes berharap dokter-dokter PTT bisa bertugas dengan senang hati dan bisa melaksanakan tugasnya melebihi masa jabatan yang hanya 1 tahun.
Di depan dokter dan dokter gigi PTT lulusan Provinsi DKI Jakarta, Menkes juga berbagi pengalamannya ketika melaksanakan tugas di daerah terpencil.
Saat itu Menkes ditugaskan di Flores, Nusa Tenggara Timur dengan gaji Rp 280 pada tahun 1964. Gajinya pun baru bisa diterima setelah 1 tahun. Namun menurutnya, walaupun dengan gaji yang kecil, seorang dokter yang baik tidak akan pernah kelaparan.
"Ingat, seorang dokter yang baik tidak pernah akan kelaparan, tidak pernah. Semua orang lain boleh kelaparan, tapi dokter dan dokter gigi kalau baik tidak akan pernah," ujar Menkes.
Menurut pengalaman Menkes, meskipun di tempatkan di daerah terpencil dengan rata-rata penduduk memiliki sosial ekonomi yang rendah, tapi orang-orang miskin memiliki harga diri yang sangat tinggi. Saat berobat mereka pantang gratis, meskipun tidak memiliki uang.
"Kalau pun saat itu, misalnya setelah operasi mereka tidak bisa bayar, sekian bulan kemudian dia akan datang bawa ayam, telur, labu siam, beras, apa saja yang ia miliki, dia akan berikan ke kamu. Karena itu seorang dokter yang baik kepada pasiennya tidak pernah akan kelaparan. Tidak perlu mempermasalahkan gaji yang kecil, karena Insya Allah kamu akan dapat lebih dari uang sekian juta," tegas Menkes.
(/)










































