Studi terbaru menemukan pekerja di club malam terpapar tingkat kebisingan yang berbahaya sehingga menempatkannya pada risiko lebih besar mengalami gangguan pendengaran permanen.
Namun sayangnya masih banyak manajer club malam yang tidak menyadari peraturan mengenai kebisingan dan tidak berusaha memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi karyawannya dengan melakukan tes pendengaran serta pelatihan akan kesadaran kebisingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat pengukur suara ditempatkan dekat dengan lantai dansa dan juga ada yang melekat di masing-masing baju karyawan. Sedangkan para manajer club diminta mengisi kuesioner serta diwawancara tentang kebisingan dan kesehatan.
Didapatkan rata-rata paparan suara bising pada karyawan yang bekerja 20 jam seminggu adalah 92 desibel, sedangkan antara jam 23.30-01.00 tingkat kebisingan rata-rata naik 7 desibel.
"Dari waktu ke waktu paparan kebisingan bisa lebih besar dari 85 desibel selama 8 jam sehari yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen," ujar peneliti Aoife Kelly dari Dublin Institute of Technology, seperti dikutip dari Healthday, Sabtu (29/9/2012).
Selain itu juga didapatkan tak ada satu pun club malam yang memberikan karyawannya tes pendengaran atau melatih stafnya mengenai risiko kesehatan dari paparan kebisingan.
Untuk itu peneliti menyarankan bagi orang yang bekerja di club malam atau bar agar memeriksakan fungsi pendengarannya secara teratur, serta bagi pemilik club malam diharapkan lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawannya.
(ver/ir)











































