Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Investigative Ophthalmology & Visual Science menunjukkan adanya hubungan antara kelebihan kafein dengan kerusakan mata. Penelitian ini diklaim sebagai yang pertama kali dilakukan untuk mengamati hal itu.
Kerusakan yang terjadi akibat terlalu banyak minum kopi berkafein tersebut adalah exfoliation glaucoma, yakni salah satu gangguan yang tercatat sebagai penyebab terbanyak dari kasus glaukoma sekunder di seluruh dunia yang ditandai dengan peningkatan tekanan bola mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang melibatkan 12 ribu partisipan ini dilakukan pada populasi Skandinavia. Diyakini, populasi ini mewakili populasi dengan konsumsi kopi berkafein paling besar di dunia dan sekaligus punya jumlah kasus exfoliation glaucoma yang paling besar.
Hasil pengamatan menunjukkan, makin banyak mengonsumsi kopi berkafein maka peningkatan risiko exfoliation glaucoma juga meningkat. Namun efek serupa tidak teramati pada jenis minum lain yang juga mengandung kafein, seperti soda dan teh sehingga diyakini sebagai akibat dari kebanyakan minum kopi.
"Konfimasi dari hasil penelitian ini pada populasi yang lain dibutuhkan untuk memastikan bahwa kopi berkafein bisa menjadi faktor risiko glaucoma yang masih bisa dihindari," kata Jae Hee Kang, ScD dari Brigham and Women's Hospital yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Sciencedaily, Kamis (4/10/2012).
Selain belum ada kesimpulan pasti, Kang juga tidak merinci seberapa banyak konsumsi kopi yang dikatakan terlalu banyak sehingga bisa meningkatkan risiko exfoliation glaucoma. Namun berbagai penelitian menunjukkan, konsumsi kopi lebih dari 5 cangkir/hari lebih banyak memberikan efek negatif daripada positifnya.
(up/ir)










































