Derita usai operasi itu adalah tak percaya diri untuk menikmati kembali seks yang akibatnya membuat mereka menjadi depresi.
Hal ini dikemukakan sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Mayo Clinic dan baru saja dipublikasikan dalam jurnal Psycho-Oncology.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persentase pria yang pernah menjalani operasi pengangkatan kanker prostat dan bisa bertahan hidup hingga 10 tahun ternyata lebih dari 95 persen. Namun dengan banyaknya jumlah penderita yang tidak meninggal karenanya, kami justru khawatir dengan kehidupan mereka pasca diagnosis dan pengobatan," ujar peneliti Alexander Parker, Ph.D. yang juga seorang profesor di bidang epidemiologi dan urologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usai operasi penderita prostat mengalami tingkat kecemasan yang tinggi dan lebih cenderung memiliki kepuasan seksual yang rendah, termasuk gejala depresi yang tinggi.
"Apa yang menarik dari studi ini adalah kami menemukan bahwa kecemasan itu tak ada kaitannya dengan fungsi ereksi yang buruk tetapi lebih kepada rendahnya kepuasan seksual," terang Parker seperti dilansir dari psychcentral, Senin (8/10/2012).
"Padahal kecemasan terhadap diagnosis kanker mengakibatkan peningkatan gejala depresi dan ketidakmampuan pria untuk menikmati aktivitas hariannya, termasuk saat bercinta dengan pasangan. Dengan berpedoman pada hasil studi inilah kami berupaya merancang terapi konseling yang tepat untuk membantu pasien kanker prostat," tambahnya.
(ir/ir)











































