Ini Derita Pria Kanker Prostat Usai Operasi

Ini Derita Pria Kanker Prostat Usai Operasi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 08 Okt 2012 18:30 WIB
Ini Derita Pria Kanker Prostat Usai Operasi
(Foto: ThinkStock)
Jakarta - Operasi prostat ternyata tidak menyelesaikan masalah. Usai operasi untuk mengangkat kanker prostatnya, pria seringkali mengalami kecemasan dengan intensitas tinggi, bahkan hingga setahun pasca operasi.

Derita usai operasi itu adalah tak percaya diri untuk menikmati kembali seks yang akibatnya membuat mereka menjadi depresi.

Hal ini dikemukakan sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Mayo Clinic dan baru saja dipublikasikan dalam jurnal Psycho-Oncology.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati kanker prostat merupakan salah satu penyakit yang mematikan, beruntung sebagian besar pria yang didiagnosis dengan kanker prostat tak meninggal karenanya, catat peneliti. Sesuai dengan data American Cancer Society, lebih dari 2,5 juta pria di AS yang menderita kanker prostat dilaporkan masih bisa bertahan hidup hingga beberapa tahun.

"Persentase pria yang pernah menjalani operasi pengangkatan kanker prostat dan bisa bertahan hidup hingga 10 tahun ternyata lebih dari 95 persen. Namun dengan banyaknya jumlah penderita yang tidak meninggal karenanya, kami justru khawatir dengan kehidupan mereka pasca diagnosis dan pengobatan," ujar peneliti Alexander Parker, Ph.D. yang juga seorang profesor di bidang epidemiologi dan urologi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usai operasi penderita prostat mengalami tingkat kecemasan yang tinggi dan lebih cenderung memiliki kepuasan seksual yang rendah, termasuk gejala depresi yang tinggi.

"Apa yang menarik dari studi ini adalah kami menemukan bahwa kecemasan itu tak ada kaitannya dengan fungsi ereksi yang buruk tetapi lebih kepada rendahnya kepuasan seksual," terang Parker seperti dilansir dari psychcentral, Senin (8/10/2012).

"Padahal kecemasan terhadap diagnosis kanker mengakibatkan peningkatan gejala depresi dan ketidakmampuan pria untuk menikmati aktivitas hariannya, termasuk saat bercinta dengan pasangan. Dengan berpedoman pada hasil studi inilah kami berupaya merancang terapi konseling yang tepat untuk membantu pasien kanker prostat," tambahnya.




(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads