Sebuah studi baru menemukan kesehatan paru-paru yang baik dapat membuat seseorang mempertahankan kecepatan pemrosesan otak dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Para peneliti menuturkan fungsi paru-paru yang berkurang akan memiliki efek negatif pada kemampuan berpikir seseorang. Namun jika terjadi perubahan fungsi berpikir maka hal ini tidak akan mempengaruhi kesehatan paru-paru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesimpulannya apapun yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan fungsi paru-paru dapat bermanfaat bagi kinerja cairan kognitif di otak," ujar penulis studi Charles Emery, profesor psikologi di Ohio State University, seperti dikutip HealthDay, Sabtu (13/10/2012).
Emery menambahkan melakukan latihan rutin dan berhenti merokok merupakan metode utama dalam menjaga kesehatan paru-paru. Namun faktor nutrisi dan paparan lingkungan dengan meminimalkan polusi juga bisa berperan.
Meski studi ini tidak melihat hubungan kedua hal ini, tapi Emery dan kolega memperkirakan kesehatan paru-paru yang buruk dapat menurunkan ketersediaan oksigen dalam darah. Hal ini pada gilirannya dapat mempengaruhi zat kimia yang mengirimkan sinyal ke sel-sel otak.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa fungsi paru-paru dapat berpengaruh terhadap aspek-aspek lain di tubuh. Hal ini memberikan wawasan baru terkait penurunan di bagian tertentu bisa berkontribusi terhadap fungsi di daerah lain.
(ver/ir)











































