Laki-laki berusia 21 tahun ini memiliki kulit kepala yang berbeda dengan lainnya, bagian sel abu-abu dari otak terlihat seperti terdorong ke permukaan. Bagian yang menonjol ini jadi tebal dan membentuk lipatan-lipatan.
Laki-laki yang tidak diketahui namanya ini telah menderita cutis verticis gyrate sejak ia berusia 19 tahun. Kondisi ini memang lebih sering ditemui pada laki-laki dan tidak diketahui penyebabnya, meski kadang bisa muncul bersamaan dengan skizofrenia dan kejang-kejang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun kondisi ini membuat laki-laki tersebut terlihat aneh, tapi dokter mengatakan umumnya pasien tidak sadar mengenai kondisinya tersebut dan tidak perlu diobati.
"Ada metode bedah yang bisa memperbaiki beberapa bentuk yang tidak normal tersebut, tapi prosedur ini bisa membuat penderita mengalami pengurangan kulit kepala," ujar Dr Schons.
Cutis verticis gyrata (CVG) adalah istilah deskriptif untuk kondisi kulit kepala yang berbentuk seperti lipatan berbelit-belit dan lubang galian. Bentuk ini didapat dari kulit kepala yang menebal dan menyerupai pola cerebriform atau seperti otak.
Kondisi ini dikenal dengan sebutan cutis verticis gyrata pertama kali pada tahun 1907. Namun pada 1953, Polan dan Butterworth membagi cutis verticis gyrata ke dalam bentuk primer dan juga sekunder.
Cutis verticis gyrata dikatakan primary essential jika tidak ada kelainan lain yang ditemukan, namun kondisi ini sangat langka. Sedangkan cutis verticis gyrata primary nonessential jika dikaitkan dengan kondisi lain seperti defisiensi mental, cerebral palsy, epilepsi, skizofrenia, tuli, atau kelainan lain.
(ver/ir)











































