"Kebutuhan akan minuman energi muncul karena aktifitas manusia semakin tinggi. Minuman energi tak hanya bermanfaat untuk orang yang melakukan olahraga ekstrim saja, tetapi juga untuk aktifitas yang membutuhkan konsentrasi," kata Yoen Pamirma, Wakil Kepala Pabrik PT Asia Health Energy Beverage (PT AHEB) di Cicurug, Sukabumi dalam acara Kunjungan Pabrik Bersama Media, Jumat (19/10/2012).
PT Asia Health Energy Beverage merupakan produsen minuman kesehatan dengan merek Kratingdaeng. Proses produksi minuman energi di perusahaan ini cukup kompleks. Awalnya air murni diproses untuk menghilangkan mineral-mineral negatif di dalamnya. Setelah disterilkan, air kemudian ditambah dengan berbagai komposisi seperti taurin, kafein, gula dan lain-lain.
Kafein berfungsi menstimulus sistem jaringan saraf agar tetap terjaga dan meningkatkan kesadaran. Taurin berfungsi mengaktifkan fungsi jantung dan menutrisi jaringan otak. Gula merupakan sumber karbohidrat yang mudah diserap oleh tubuh. Ketiga bahan ini merupakan komponen utama minuman berenergi agar dapat menimbulkan efek semangat bagi peminumnya.
"Indonesia memiliki regulasi bahwa konsumsi kafein tidak melebihi 100 ppm perhari dan tidak boleh sekaligus. Oleh karena itu, konsumsi minuman energi sebaiknya 3 kali dalam sehari. Minumnya juga sebaiknya setengah jam sebelum beraktifitas," terang Yoen.
Selain kafein dan taurin, ada juga beberapa bahan lain seperti Inositol, Niacinamide atau Vitamin B3, Pyridoxine HCL atau Vitamin B6, Dexpantheno dan Cyanocobalamin atau Vitamin B12. Bahan-bahan tambahan ini memiliki fungsi mengatur aktifitas enzim dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Yang tak kalah penting dalam pembuatan minuman energi adalah pengemasannya. Karena dikemas dalam botol kaca yang dapat pecah apabila terkena tekanan berlebihan, maka proses pengecekan dan sterilisasi botol pun membutuhkan proses dan waktu tersendiri.
Untuk mengecek adanya kerusakan, mesin akan menjalankan botol secara berjejer kemudian diperiksa oleh karyawan pabrik dengan mata telanjang. Setelah lolos dari pengecekan fisik, botol akan disterilisasi dengan air panas bersuhu 70 - 80 derajat Celcius untuk membunuh bakteri dan kuman.
Dalam pembuatan minuman energi ini, hanya pemeriksaan botol saja yang dilakukan oleh tenaga manusia dibantu mesin. Sedangkan untuk sterilisasi, pengisian botol, hingga pengemasan semuanya dilakukan oleh mesin. Tak lupa, limbah hasil produksi diolah terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak membahayakan lingkungan.
"Dalam sehari, kami dapat memproduksi lebih dari 1 juta botol," pungkas Yoen.
Kratingdaeng Power Dance 2012
Untuk kalangan remaja dan anak muda yang banyak beraktifitas, minuman energi dipercaya dapat membuat performa dan semangat kembali lagi. Oleh karena itu, Kratingdaeng, menggelar kompetisi dance bagi anak muda yang hobi nge-dance. Acara ini bertajuk Power Dance 2012 dan telah digelar sejak bulan April 2012 lalu.
Babak kualifikasi Kratingdaeng Power Dance diadakan di 5 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. Dari tiap kota ini akan diambil masing-masing 1 pemenang utama dan 1 pemenang favorit untuk setiap kategori. Para pemenang utama dilombakan pada Grand Final di Central Park Mall, Jakarta pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012 untuk memperebutkan hadiah utama sebesar 25 juta rupiah. (pah/ir)










































