Takut Terbang? Kini Bisa Disembuhkan

Takut Terbang? Kini Bisa Disembuhkan

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 22 Okt 2012 14:07 WIB
Takut Terbang? Kini Bisa Disembuhkan
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tak sedikit orang yang memiliki ketakutan atau bahkan fobia terbang menggunakan pesawat. Kini psikolog menuturkan bahwa ketakutan terbang tersebut bisa disembuhkan.

"Perlakuan yang kita miliki untuk hal ini sangat efektif, dan diharapkan bisa lebih banyak orang yang mendapatkan pengobatan sehingga tak takut lagi untuk terbang," ujar psikolog Todd Fachione dari Boston University's Center for Anxiety and Related Disorders, seperti dikutip dari Health24, Senin (22/10/2012).

Farchione menjelaskan pengobatan yang diberikan untuk orang yang takut terbang merupakan kombinasi antara terapi kognitif dan juga perilaku, termasuk mempengaruhi pikiran pasien dan mengubah pola pikirnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa program kadang menggunakan simulator penerbangan atau porgram virtual reality yang mana menempatkan pasien seakan-akan di dalam pesawat, tapi tetap didampingi oleh konselor.

"Ini seperti kokpit pesawat dengan layar video, disertai pula dengan getaran, suasana saat lepas landas, mendarat dan juga berbagai kondisi cuaca," ujar psikolog John Hart dari Menninger Clinic di Houston.

Para ahli menuturkan kebanyakan dari orang yang takut terbang didasari oleh ketakutan akan ketinggian atau claustrophobia. Beberapa studi menemukan penyebabnya bisa karena pernah mengalami pengalaman buruk ketika terbang, sensitif terhadap guncangan atau turbulensi atau bahkan tidak diketahui alasannya.

Biasanya ketika seseorang mengalami ketakutan terbang, ia akan dilanda rasa khawatir dan ketakutan yang berlebihan, disertai dengan mual, muntah atau bahkan serangan jantung mendadak.

Farchione mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan dalam mengatasi ketakutan akan terbang adalah menantang pikiran yang dimiliki oleh orang tersebut agar mampu menyingkirkan pemikiran yang membuatnya khawatir dan juga takut.

Beberapa pasien yang sudah mengikuti program pengobatan ini kini bisa menjalani penerbangan dengan aman ke mana pun ia pergi, serta tak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan anti cemas.

(ver/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads