Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology (JASN) menyatakan bahwa ginjal yang tidak mampu mengeluarkan sisa metabolisme melalui urine, akan menyebabkan penumpukan sisa metabolisme dalam darah. Hal ini dapat merusak lapisan gula (glycocalyx) pada pembuluh darah dan menyebabkan masalah jantung.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 40 pasien gagal ginjal dan 21 orang yang sehat untuk dibandingkan bagaimana kondisi pembuluh darah diantara kedua kelompok tersebut. Peneliti mengambil sampel darah dari masing-masing peserta penelitian untuk mengetahui tingkat konstituen glycocalyx-nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusakan pada pembuluh darah membuat jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini akan membuat jantung menjadi lemah karena terlalu keras bekerja, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
"Pasien gagal ginjal perlu mendapatkan monitoring rutin terhadap kondisi pembuluh darahnya gara penyakit jantung dapat dideteksi lebih dini. Pengobatan lebih dini juga dapat menentukan keberhasilan pengobatan," kata Carmen Vlahu, salah seorang peneliti dari Academic Medical Center Amsterdam, Belanda, seperti dilansir medindia, Selasa (23/10/2012).
Jagalah kondisi ginjal Anda dengan mengubah diet makanan yang tidak menyakiti ginjal seperti menghindari makanan olahan dan makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Sebaliknya pilih makanan yang rendah kalium seperti apel, kubis, buncis, anggur dan stroberi. Dengan menjaga ginjal tetap sehat, Anda juga dapat menjaga kesehatan jantung.
(vit/vit)










































