5 Hal yang Paling Disesali Orang Saat Sekarat

5 Hal yang Paling Disesali Orang Saat Sekarat

- detikHealth
Senin, 12 Nov 2012 16:00 WIB
5 Hal yang Paling Disesali Orang Saat Sekarat
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

1. Tidak berani jujur pada diri sendiri

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Ini merupakan penyesalan yang paling banyak ditemui. Ketika menyadari hidupnya hampir berakhir, orang lebih mudah melihat seberapa banyak impiannya yang telah tercapai.

"Kebanyakan orang tidak menghargai impiannya dan baru menyadari itu adalah akibat dari keputusan yang telah ia pilih atau tidak ia pilih. Kebanyakan orang yang tak menyadari bahwa kesehatan membawa kebebasan, sampai akhirnya mereka tak lagi memilikinya," kata Ware.

2. Bekerja terlalu keras

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Penyesalan ini berasal dari seluruh pasien pria yang dirawat oleh Ware. Mereka menyesal menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja sehingga tak menyediakan cukup waktu bersama anak-anak dan pasangan yang dikasihi.

"Wanita juga mengungkapkan penyesalan ini. Tetapi karena kebanyakan pasien saya berasal dari generasi tua, jadi belum banyak pasien wanita yang menjadi pencari nafkah," kata Ware.

3. Tak berani mengungkapkan perasaan

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Banyak orang menyimpan perasaan untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Akibatnya, orang ini menghabiskan umurnya menjadi orang yang biasa-biasa saja dan tidak pernah menjadi orang yang diyakini mampu melakukan banyak hal. Banyak orang seperti ini kemudian merasakan kepahitan dan kebencian," kata Ware.

4. Putus hubungan dengan teman lama

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kebanyakan orang seringkali tidak menyadari betapa berharganya teman-teman lama sampai seminggu menjelang kematiannya. Waktu yang singkat ini jelas tidak memungkinkan untuk melacak keberadaan kawan-kawan lama.

"Banyak yang terjebak dalam kehidupannya sendiri dan membiarkan persahabatan yang berharga lewat begitu saja selama bertahun-tahun. Ada banyak penyesalan yang mendalam mengenai kurangnya waktu dan upaya dalam menjaga persahabatan. Semua orang merindukan teman-temannya ketika sekarat," kata Ware.

5. Tidak membuat diri sendiri jadi lebih bahagia

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Hal ini cukup mengejutkan karena ternyata ternyata banyak orang yang menyambut ajal baru menyadari hidupnya bisa jadi lebih bahagia. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah pilihan, namun terjebak dalam pola dan kebiasaan lama.

"Takut terhadap perubahan membuat mereka berpura-pura kepada orang lain dan diri sendiri, bahwa jauh di dalam hati, mereka sangat ingin tertawa lebar akibat kekonyolan yang dialami dalam hidup," pungkas Ware.
Halaman 2 dari 6
Ini merupakan penyesalan yang paling banyak ditemui. Ketika menyadari hidupnya hampir berakhir, orang lebih mudah melihat seberapa banyak impiannya yang telah tercapai.

"Kebanyakan orang tidak menghargai impiannya dan baru menyadari itu adalah akibat dari keputusan yang telah ia pilih atau tidak ia pilih. Kebanyakan orang yang tak menyadari bahwa kesehatan membawa kebebasan, sampai akhirnya mereka tak lagi memilikinya," kata Ware.

Penyesalan ini berasal dari seluruh pasien pria yang dirawat oleh Ware. Mereka menyesal menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja sehingga tak menyediakan cukup waktu bersama anak-anak dan pasangan yang dikasihi.

"Wanita juga mengungkapkan penyesalan ini. Tetapi karena kebanyakan pasien saya berasal dari generasi tua, jadi belum banyak pasien wanita yang menjadi pencari nafkah," kata Ware.

"Banyak orang menyimpan perasaan untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Akibatnya, orang ini menghabiskan umurnya menjadi orang yang biasa-biasa saja dan tidak pernah menjadi orang yang diyakini mampu melakukan banyak hal. Banyak orang seperti ini kemudian merasakan kepahitan dan kebencian," kata Ware.

Kebanyakan orang seringkali tidak menyadari betapa berharganya teman-teman lama sampai seminggu menjelang kematiannya. Waktu yang singkat ini jelas tidak memungkinkan untuk melacak keberadaan kawan-kawan lama.

"Banyak yang terjebak dalam kehidupannya sendiri dan membiarkan persahabatan yang berharga lewat begitu saja selama bertahun-tahun. Ada banyak penyesalan yang mendalam mengenai kurangnya waktu dan upaya dalam menjaga persahabatan. Semua orang merindukan teman-temannya ketika sekarat," kata Ware.

Hal ini cukup mengejutkan karena ternyata ternyata banyak orang yang menyambut ajal baru menyadari hidupnya bisa jadi lebih bahagia. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah pilihan, namun terjebak dalam pola dan kebiasaan lama.

"Takut terhadap perubahan membuat mereka berpura-pura kepada orang lain dan diri sendiri, bahwa jauh di dalam hati, mereka sangat ingin tertawa lebar akibat kekonyolan yang dialami dalam hidup," pungkas Ware.

(pah/vit)

Berita Terkait